Gampong Mon Lhok Puteh berhasil memaksimalkan Dana Desa (DD) untuk membiayai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat gampong. Kuncinya ada pada transparansi. Praktik transparansi diterapkan dalam setiap proses pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, dan peningkatan kapasitas ekonomi. Tradisi ini layak menjadi contoh baik dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Letak geografis Gampong Mon Lhok Puteh hanya berjarak 5 km dari pusat pemerintahan Kota Lhokseumawe. Dari ibu kota provinsi Aceh (Banda Aceh) berjarak 276 km. Gampong Mon Lhok Puteh terletak di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Gampong ini terbentuk pada 1948, dengan luas 192 Ha yang terdiri dari 42 Ha pemukiman penduduk, 33 ha ladang/sawah dan 102 ha perkebunan.

Kini, Gampong Mon Lhok Puteh memiliki 842 (225 kepala keluarga) penduduk yang didominasi oleh profesi petani, buruh tani, dan buruh perkebunan. Untuk urusan kesejahteraan, desa ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah karena masih terdapat 130 keluarga yang masuk kategori prasejahtera.

Transparasi anggaran pendapatan dan belanja gampong merupakan prioritas bagi segenap aparat desa. Desa ini menampilkan Papan Banner Papan Transparansi Anggaran Pendapatan Belanja Gampong. Papan tersebut diletakkan tepat di depan kantor keuchik agar mudah dibaca oleh semua warga masyarakat, berisi tentang info frafik APBG Desa Mon Lhok Puteh sebagai pedoman pelaksanaan program-program pemerintah Desa Mon Lhok Puteh Tahun Anggaran 2017.

Desa Mon Lhok Puteh menjadi salah satu desa (gampong) yang direkomendasikan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat kota Lhokseumawe, karena dinilai sukses memanfaatkan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kesejahteraan masyarakat. Pada 2017, Pendapatan Desa Mon Lhok Puteh mencapai Rp 1,7 Milliar dengan alokasi Dana Desa mencapai Rp795 juta.

Gampong Mon Lhok Puteh ni merupakan desa yang berhasil dalam pengimplementasian Permendesa No 21 Tahun 2016. Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dasar, dan peningkatan kapasitas ekonomi desa. Banyak kegiatan yang dibiayai oleh Dana Desa, baik kegiatan fisik dan non fisik, sudah tepat sasaran.

Di bidang fisik, desa ini membangun pengaspalan jalan secara swakelola di lokasi Dusun C Lhok Teuradieh. Lebih dari 100 meter jalan telah dibangun. Untuk menjaga kualitas pengerasan jalan yang dihasilkan, Gampong Mon Lhok Puteh bekerja sama dengan laboratorium perkerasan jalan untuk memastikan jalan yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Kontur desa ini tidak rata. Karena itulah selain jalan raya juga dibangun talud jalan. Dengan dibangun talud ini secara langsung mencegah kelongsoran. Efek yang dirasakan oleh masyarakat adalah mudahnya mengangkut hasil bumi dan akses untuk keperluan perniagaan warga sekitar. Efek jangka panjangnya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar.

Di bidang peningkatan kapasitas ekonomi desa, Desa Mon Lhok Puteh menginisiasi pendirian Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Mon Lhok Puteh. Salah satu usahanya adalah penyediaan gas LPG 3 kg dengan harga eceran tertinggi Rp 18 ribu. Harga ini sangat terjangkau, dan secara langsung manfaatnya dirasakan oleh warga sekitar. Selain itu, keberadaan BUMG meringankan biaya rumah tangga dan membantu usaha-usaha perdagangan kecil-kecilan memperoleh gas dengan harga terjangkau.

Gampong ini juga memberikan santunan sosial kepada keluarga fakir miskin dan santunan kepada santri dayah/pesantren.

Meski sebuat Lhokseumawe sebagai Kota Petro Dolar sudah berakhir seiring berakhirnya masa kejayaan Mobil Oil, PT Arun, dan sejumlah proyek vital lainnya, era kejayaan itu terus diukir oleh masyarakat dengan menfaatan Dana Desa secara transparan. Ini bukti, semangat untuk membangun negeri masih tertanam kuat dalam jiwa.

Diolah dari Kisah Sukses Dana Desa, Lilin-Lilin Cahaya di Ufuk Fajar Nusantara: Kementerian Keuangan 2017

%d blogger menyukai ini: