Samsul Widodo, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal-Kementerian Desa PDTT bersama Tim Pengelola Sistem Dokumentasi Praktik Baik Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal

Pendekatan Kerja

Sistem ini mengumpulkan beragam praktik baik dalam tata kelola desa dan daerah tertinggal di Indonesia. Setiap praktik baik merupakan inspirasi, sekaligus prestasi, yang pantas mendapatkan apresiasi positif sebagai bentuk inovasi dalam perbaikan desa maupun daerah tertinggal.

Inovasi Desa

Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perbaikan kualitas hidup, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan dan anggaran bagi desa untuk mengatur dan mengurus desa secara baik, bersih, dan transparan. Namun, harapan itu terbentur minimnya kapasitas desa untuk menyelenggarakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sistem ini berisi memberikan rujukan bagi desa yang mempelajari praktik-praktik baik yang telah dilakukan oleh desa, termasuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan melalui Forum Rembug Desa (FRD).

Inovasi Daerah Tertinggal

Pada 2015, Pemerintah melahirkan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2014-2019. Ada 122 kabupaten masuk dalam daftar daerah yang masuk kategori tertinggal. Suatu daerah disebut tertinggal bila tingkat perkembangan perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah sangat rendah.

Konsekwensi dari regulasi di atas, program penanganan daerah tertinggal membutuhkan pendekatan khusus dan spesifik agar mampu memicu percepatan pembangunan. Percepatan pembangunan dibutuhkan untuk menekan tingkat kesenjangan (gap) antara daerah tertinggal dengan daerah lainnya semakin tipis.

Dokumentasi Praktik Baik

Untuk itu, kegiatan pembangunan desa maupun daerah tertinggal harus mampu melahirkan tradisi kreatif dan inovatif. Tradisi inovasi akan tumbuh apabila siklus transformasi pengetahuan dan praktik baik dari satu desa ke desa lainnya, satu daerah ke daerah lain–terutama desa/daerah yang memiliki kondisi dan permasalahan yang serupa, dapat berjalan lancar.

Agar proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardesa dan antardaerah dapat berjalan, maka kami melakukan kodifikasi praktik-praktik baik (best practice) yang dilakukan oleh secara terstruktur, terdokumentasi, dan dapat tersebarluaskan. Perkumpulan Gedhe Nusantara menggandeng Direktorat Jendral Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mengembangkan Sistem Dokumentasi Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal.

Kami memprioritas dukungan untuk desa-desa yang terletak di daerah kategori tertinggal sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa di Indonesia. Indonesia tumbuh bersama. Satu Desa, Satu Inovasi.

Pengelola Program

Dewan Pakar

  • Samsul Widodo (Dirjen PDT-Kementerian Desa PDTT)
  • Ivanovich Augusta (Kapusdatin-Kementerian Desa PDTT)
  • Priyono (Direktur PSDM-Ditjen PDT)
  • Wahyudin AB (Kasubdit Inovtek-Direktorat PSDM PDT)
  • Grace Palayukan (Dewan Pakar Gedhe Nusantara)
  • Sutardjo Ps (Dewan Pakar Gedhe Nusantara)
  • Joko Waluyo (Dewan Pakar Gedhe Nusantara)
  • Idham Arsyad (Ketua Pokja Desa-Kemendesa PDTT)
  • Muhammad Nurudin (Anggota Pokja Desa-Kemendesa PDTT)

Redaktur

  • Yossy Suparyo (Koordinator)
  • Sukarni
  • Chairudinsyah
  • Neufil Fahlevi
  • Ilmiah
  • Abdul Malik

Dukungan Teknis

  • Akbar Bahaulloh (Puskomedia)
  • Saring Supandoyo (Gedhe Nusantara)

Kantor Redaksi
Ruang Kendali Inovasi PDT
Gedung Kementerian Desa PDTT Lantai 6
Jalan Abdul Muis No 7, Jakarta Pusat
E-mail: inovasidesaIlmiahindonesia@gmail.com
Twitter: @inovasidesaID

dan

Oemah Gedhe
Shappire Mediterania D6
Wiradadi RT10/01, Sokaraja, Banyumas
Jawa Tengah
E-mail: admin@gedhe.or.id
Twitter: @gedhenusantara