Sistem Dokumentasi Inovasi Desa dan Daerah Tertinggal di Indonesia

Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan dan anggaran bagi desa untuk mengatur dan mengurus tata kelola desa secara baik dan bersih. Tata kelola desa mengacu pada prinsip dan nilai dasar desa, yaitu rekognisi, subsidiaritas, keberagaman, kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan, musyawarah, demokrasi, kemandirian, partisipasi, kesetaraan, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Namun, harapan itu terbentur minimnya kapasitas desa untuk menyelenggarakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi Desa Indonesia memberikan dua intervensi, yaitu Basis Data Inovasi yang berisi dokumentasi praktik baik yang telah dilakukan oleh desa-desa dan pertukaran pengetahuan melalui forum Rembug Inovasi Desa. Dua intervensi ini diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Program Inovasi Desa Indonesia memprioritas dukungan untuk desa-desa yang terletak di daerah kategori tertinggal sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan pemberdayaan desa di Indonesia. Indonesia tumbuh bersama. Satu Desa, Satu Inovasi

Pengelola Program

Dewan Pakar

Samsul Widodo
Ivanovich Augusta
Priyono
Wahyudin AB
Grace Palayukan
Sutardjo Ps
Idham Arsyad
Muhammad Nurudin

Redaktur
Yossy Suparyo (Koordinator)
Sukarni
Chaerudin
Neufil Fahlevi
Ilmiah

Dukungan Teknis
Akbar Bahaulloh
Saring Supandoyo