Pemerintah Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi pada tahun anggaran 2018 mengembangkan destinasi wisata Karangpara, yaitu dengan pembangunan sirkuit off-road di Kampung Padaraang RT 1/11, Dusun Padaraang, tepatnya di belakang parkir lokasi objek wisata Karangpara.

Pembangunan sirkuit merupakan bagian dari Road Map Pengembangan Desa Kebonmanggu sebagai desa wisata. Pembangunan sirkuit telah menghabiskan anggaran sebesar 100 juta dengan kontribusi belanja modal dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebonmanggu sebesar 54 juta rupiah.

Nama Inovasi Sirkuit Karangpara
Pengelola Pemerintah Desa Kebonmanggu
Lokasi/alamat Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Kontak Person Dadan Ramdani (Sekretaris Desa Kebonmanggu)
Telepon +62-857-9301-3439

Pada akhir Juli 2018, Pemerintah Desa Kebonmanggu menargetkan pembangunan sudah selesai. Sejauh ini, capaian pembangunan sirkuit telah mencapai sekitar 60 prosen. Pembangunan sirkuit terus dikebut karena Sirkuit Karangpara akan menjadi tuan pelaksanaan Piala Bupati Seri 3 kejuaraan off-road pada Agustus mendatang.

Pembangunan Sirkuit masih terkendala kekurangan biaya sebesar 59 juta untuk pembuatan Parkir dan Paddock Area. Pemerintah Desa Kebonmanggu berharap kekurangan dana dapat ditutup dari dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Kebonmanggu melalui BUMDes telah membangun flying fox, camping ground, Sarana Bermain (kaulinan barudak), spot selfi, spot pre-wedding, dan embung yang semuanya berlokasi di sekitar area objek wisata Karangpara.

Dengan adanya dukungan sirkuit ini diharapkan angka kunjungan wisatawan ke Karangpara terus meningkat, terutama mereka yang memiliki hobi off-road. Selain popularitas meningkat, keberadaan fasilitas wisata akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kerja dan mimpi besar yang diusung Desa Kebonmangu terwujud berkat pendampingan dari para pegiat Sabadesa Institut. Interaksi kedua belah pihak itu mampu membuka cakrawala baru dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat desa dengan pendayagunakan potensi dan sumberdaya yang ada di desa.