Desa Sambak layak mendapat predikat Kampung Pintar. Desa di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang ini banyak melahirkan para kreator dan wirausaha yang sukses mengembangkan beragam potensi desa menjadi produk unggulan desa. Beragam kudapan dan makanan ringan produksi warga Desa Sambak mampu menembus pasar retail modern maupun pasar online.

Awalnya istilah Kampung Pintar digunakan oleh para pemuda Desa Sambak yang memanfaatkan dunia teknologi informasi secara produktif. Pelopornya adalah Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM). Sejak 2012, akses internet yang diberi nama RT/RW Net itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Nama Inovasi Program Kampung Pintar
Pengelola Kelompok Informasi Masyarakat Desa Sambak
Alamat Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah
Kontak Person Rofiq (Pengelola Kelompok Informasi Masyarakat)
Telepon +62-853-2900-7172
Website http://sambak.desa.id
Twitter http://twitter.com/desasambak/

Berkat RT/RW Net, warga Desa Sambak dapat menikmati akses internet dengan mudah dan murah tanpa perlu jauh-jauh pergi ke warung internet (warnet) yang berjarak sekira 3,5 kilometer, bahkan lebih dari Desa Sambak. Mereka menggunakan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan nirkabel sehingga warga bisa menikmati akses internet dari rumah masing-masing.

Membangun koneksi internet di Desa Sambak bukanlah mudah karena letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak rata. Berkat teknologi wifi dalam radius 50-400 meter warga dapat menggunakan laptop warga bisa menerima akses internet gratis.

Fasilitas ini tak hanya dimanfaatkan oleh para pelajar, bahkan pemerintah desa setempat, petani, pedagang juga membutuhkan akses internet untuk mendapatkan segala informasi dan ilmu pengetahuan. Bahkan, keberadaan internet memicu para pemuda untuk memanfaatkannya sebagai media pemasaran dan promosi.

Ambil contoh, Sutelo Rich Taste. Sutelo merek dagang warga Desa Sambak yang mengembangkan produk makanan ringan berbahan baku ketela dan pisang. Sutelo juga memproduksi aneka kudapan lain, seperti batagor instan, balung kuwuk, keripik tahu, kopi, dan kue. Kini, merek Sutelo mudah ditemui di retail-retail modern di daerah perkotaan.

Kunci kesuksesan bisnis Sutelo berada pada energi kreatif mereka mengemas dan mencitrakan produk kampung sebagai makanan modern yang lezat dan praktis. Kemasan produk Sutelo dibuat sangat ciamik dan artistik sehingga tak kalah dengan produk-produk pabrikan.

Hal itu tidak lepas dari Program Kampung Pintar yang melahirkan warga yang memiliki kemampuan di bidang desain produk dan logo. Bahkan, mereka mampu menjual produk-produk kreatifnya hingga manca negara.

Desa Sambak dan Program Kampung Pintar merupakan contoh praktik inovasi di dunia perdesaan. Praktik baik yang dilakukan Desa Sambak dapat diduplikasi oleh desa-desa lain untuk mempercepat proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.