Kertaning Tyas berhasil melakukan  terobosan hambatan birokrasi dan kelembagaan untuk memperjuangkan kelompok disabilitas yang termajinalisasi dalam proses-proses pembangunan di tingkat pusat sampai desa. Kertaning Tyas menginisiasi Posyandu yang melayani penyandang Disabiilitas.

Posyandu yang digagas Kertaning Tyas, perbedaannya dengan posyandu pada umumnya adalah dari sisi layanan posyandu.  Posyandu Disabilitas memiliki layanan pemeriksaan foisiotherafi, konseling, Parenting dan pelatihan-pelatihan keterampilan.  Dalam upaya peningkatan kualitas layanan posyandu Disabilitas bekerja sama dengan RSJ Radjiman Widiodiningrat, PMI kabupaten Malang, LSM Lingkar Sosial serta Baitul Maal Wa Tanwil Hidayatullah ( BMT Hidayatullah / BMH ). Posyandu ini juga bekerjasama dengan beberapa CSR dari perusahaan yang ada disekitar Desa swperti Pabrik makanan ringan, pabrik kertas, pabrik rokok, pabrik kosmetik, dll.

Pelatihan keterampilan dilakukan berkerja sama dengan BMH Jatim Gerai Malang, bentuk pelatihannya adalah membuat batik ciprat. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan batik ciprat meliputi malam, remasho; atau pewarna dan water glas yang berfungsi untuk menjaga warna batik tidak mudah pudar.

Nama Desa Desa Bedali
Alamat Jl. Dr Cipto No 65 Bedali Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur
Web-Desa Kantor-desa-bedali.business.site
Nama Kontak Person Joko Santoso ( Sekretaris Desa )- Dewi Buyati (Kepala Desa )
Nomor Kontak 0341-428611

Posyandu Disabilitas ini berada di Desa Bedali Kecamatan Lawang kabupaten malang, dirintis sejak bulan November 2019 oleh Kertaning Tyas LSM Lingkar Sosial, kemudian mengajak pemerintah Desa Bedali, hingga akhirnya dibahas dalam forum Musyawarah Desa serta ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Desa tentang Disabilitas, yang intinya bahwa setiap warga terbuka untuk partisipasi dalam proses pembangunan Desa, dari perncanaan hingga pemanfaatan dan evaluasi

Desa Bedali, memiliki 16.700  warga dan terdapat 60 orang warga desa yang menyandang disabiulitas serta ODGJ, menurut Joko santoso Sekretris Desa Bedali, Desa Bedali terdapat pula SLB, SD Inklusi, Posyandu anak-remaja dan Lansia, sehingga menurut beliau diperlukan juga adanya Posyandu Disabilitas. Selanjutnya Joko Santoso menjelaskan bahwa Program Posyandu Disabilitas telah di masukan dalam RKP tahun 2020, sehingga Dana Desa dapat digunakan untuk membiaya program ini, adanya Posyandu Disablitas semoga dapat menjawab terhadap upaya peningkatan layanan kesehatan di Desa Bedali.

Stj

%d blogger menyukai ini: