Alpukat merupakan salah satu jenis tanaman yang dibudidayakan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Mereka menanam alpukat varietas lokal gagal meningkatkan ekonomi para petani karena harganya murah dan cenderung jatuh. Bahkan tak jarang harus bersaing dengan daerah lain dengan jenis buah yang sama meski secara kualitas tidak jauh berbeda.

Berawal dari itu, warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Nakula Wonorejo melakukan terobosan dengan mengembangkan varietas baru. Mereka mulai melakukan eksperimen untuk melahirkan varietas baru yang lebih unggul. Pada 2010, inovasi itu menghasilkan jenis varietas alpukat baru yang mereka namai Alpukat Arjuno.

Nama Inovasi Pengembangan Budidaya Alpukat Arjuno
Pengelola Kelompok Tani Nakula
Lokasi Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Kontak Person Yakub
Telepon/HP +62-857-3361-6799

Perbedaan Alpukat Arjuno dari kebanyakan jenis alpukat yang ada di Malang adalah ukuran buah yang lebih panjang, lingkarnya lebih besar, lonjong, dan pipih di batang tangkainya. Selain itu warnanya kekuningan seperti mentega dengan tekstur kulit yang lembut serta harum. Satu buah bisa mencapai berat 1,9 kilogram (kg).

Kelebihan lain yaitu bisa panen setahun selama dua kali, yaitu musim rojo di bulan Juni dan saat musim apit di bulan Desember. Ini fenomena langka sebab umumnya tanaman alpukat berbuah satu tahun satu kali. Selain itu, saat berbunga pun biasanya daun-daun pohon alpukat akan dimakan ulat terlebih dahulu, namun untuk alpukat Pameling tidak terjadi adanya proses pemakanan daun oleh ulat.

Pada 2015 alpukat Arjuno mendapatkan nama baru dari Bupati Malang, yaitu Pameling dan ditetapkan sebagai buah asli Wonorejo. Nama Pameling menunjukkan harapan warga agar setiap orang yang melihat dan merasakan kelezatan buah alpukat ini terus mengingatnya (ter-eling-eling).

Reputasi alpukat Pameling telah menembus tingkat nasional. Pada 2017 alpukat Pameling ini dikonteskan pada Pekan Nasional Petani Nelayan yang di adakan di Aceh dan mendapat peringkat juara II sebagai buah unggulan nasional.

Secara pemasaran, warga langsung menjual hasil panennya melalui supermarket, karena memang sasarannya adalah pasar premium. Tujuan dibuatnya varietas baru yaitu mendorong peningkatan kualitas hidup dan pendapatan warga desa.

Selain itu untuk menghasilkan produk unggulan desa dan menjadi ikon desa. Harapan kedepannya Wonorejo dapat menjadi sentra alpukat dan wisata edukasi pengembangan varietas alpukat.

Meski demikian ada hambatan yang dihadapi yakni anggota kelompok tani yang masih belum satu suara dalam pengembangan potensi yang dimiliki, secara sistem dan budaya masih belum terbentuk secara utuh sebagai paguyuban.

Diolah dari: http://inovasidesamalangkab.com/