Geliat anak muda Bima untuk membangun daerah dari desa semakin tampak. Anak-anak muda yang jauh dari perkotaan, tapi memiliki loncatan berpikir jauh melewati ruang urban. “Gerakan Anak Muda Sadar Tani” yang digelorakan oleh Komunitas BABUJU terus menelisik hingga dusun dan desa, khususnya di wilayah Kabupaten Bima.

Kelompok Tani Sayur Mayur Dusun Tengge, Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi menjadi kisah sukses usaha tani didampingi Komunitas Babuju. Selain itu, ada program penguatan kelompok tani padi lahan kering di Simpasai Monta, budidaya sayur-mayur yang terintegrasi dengan tambak udang faname di Rupe Langgudu, dan budidaya pepaya kalifornia yang terintegrasi dengan sayur mayur di Oi Tui Wera.

Kini, kerja keras pendampingan Komunitas Babuju di So Benteng, Desa Nangawera, Kecamatan Wera, sudah mulai menuai hasil. Budidaya tanaman cabe dan tomat yang terintegrasi dengan pola tumpangsari buah melon dan semangka di lahan seluas 1,8 Ha juga kini menuai kisah sukses.

Pemanfaatan lahan kering dan cadas yang dilakukan oleh anak-anak muda Nangawera dan Wora yang diinisiasi oleh M Al Ghazali SP.d dan dimotori oleh Jen Ajerlin FI adalah sebuah ke-nekat-an yang sukses. Mereka berani berspekulasi untuk menyulap lahan kering bebatuan menjadi lahan produktif yang subur.

Awalnya, inisiatif di atas menjadi bahan tertawaan masyarakat. Kini, mereka menjadi contoh sukses bagi masyarakat sekitar. Budidaya tani yang dimulai sejak 2017 ini telah mampu menghasilkan 3 ton tomat, 500 kg cabe rawit, memanen 380 buah melon, dan 220 buah semangka.

Dampak dari kesuksesan itu, masyarakat sekitar tengah merombak lahan tidur di sekitar lokasi So Benteng seluas 21 Ha untuk penanaman buah melon, cabe rawit, tomat, buah naga dan pepaya kalifornia.

Awal musim hujan akhir 2018 ini, ada 21 Hektar yang akan ditanami sayur mayur yang ditanam tumpangsari dengan buah oleh masyarakat. Ghazali juga berencana memperluas lahan percontohan menjadi 3 Ha.

Kendala utama yang dihadapi oleh petani adalah air. Area itu tidak memiliki dukungan air dari irigasi. Untuk menyiasati kondisi tersebut, para petani telah membeli dua mesin untuk menarik air dari sungai. Satu mesin di dekat aliran sungai, satu mesin lainnya membantu menarik air yang ditarik oleh mesin pertama. Di dekat lahan, petani membuat instalasi pipa untuk mengalirkan air ke lahan-lahan pertanian.

Pada 2019, usaha ini akan mampu memenuhi kebutuhan sayur-mayur dan buah di Kabupaten Bima. Komunitas Babuju telah membangun jaringan distribusi ke pasar lokal di seluruh Bima sehingga memudahkan swasembada sayur dan buah di wilayah ini.

    Nama Inovasi Tata Kelola Lahan Tidur
    Pengelola Komunitas Babuju
    Alamat Markas Bersama Komunitas BABUJU (Babuju Care Centre, Babuju Mandiri, dan Babujutrans) Jalan Imambonjol No 67 (Depan SD IT Insan Kamil) Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat
    Kontak Rangga Babuju
    Telepon +62-852-9988-6619