Perempuan adat memainkan peran penting dalam proses pemetaan partisipatif, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil pemetaan. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam dalam urusan pengelolaan sumberdaya alam sehingga mampu memberikan informasi yang akurat dan terpercaya.

Setiap hari, para perempuan adat bergelut dengan kegiatan pengelolaan sumber daya alam, mulai dari mengolah sawah, huma, tegalan, hingga pengolahan hasil alamnya. Pelibatan perempuan dalam pemetaan sumberdaya desa merupakan inovasi desa dalam menghasilkan sistem rujukan pengelolaan sumberdaya desa yang baik.

Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak merupakan pelopor pelibatan para perempuan adat sebagai tim inti kegiatan pemetaan partisipatif. Pemerintah Desa Warungbanten sangat paham, setiap hari sebagian besar perempuan di desanya “berkantor” di huma atau di sawah. Karena itu, mereka dilibatkan secara aktif dalam penggalian data sosial yang menjadi salah satu tahapan kegiatan pemetaan desa.

Nama Inovasi Pemetaan Partisipatif Desa
Pengelola Pemerintah Desa Warungbanten
Alamat Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten
Penanggung Jawab Ruhandi (Kepala Desa)
Kontak +62 856-9375-5140
Email ruhandimimpi@gmail.com
Website http://warungbanten.desa.id

Pelibatan perempuan adat memberikan pengalaman berharga pada mereka tentang perencanaan pembangunan desa berbasis data. Mereka terlihat antusias terjun dan mengikuti proses pemetaan, karena kegiatan itu menjadi titik krusial bagi penataan Desa Warungbanten yang mereka cintai.

Pemetaan desa dilakukan oleh Pemerintah Desa Warungbanten untuk mendorong kepastian tata kelola wilayah desa dan keamanan sumber-sumber penghidupan masyarakat, seperti hutan sebagai sumber mata air, sungai, kebun, sawah, ladang, dan lain sebagainya.

Kegiatan pemetaan juga merupakan rangkaian kerja untuk pembuatan peraturan desa tentang sistem pengaturan pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, pemetaan bertujuan untuk menegaskan batas wilayah dan potensi desa sehingga mengakhiri konflik batas desa yang wariskan secara turun-temurun.

pemetaan-partisipatif-desa-warungbanten-berinovasi-libatkan-perempuan-dalam-pemetaan-sumberdaya-desa

Kegiatan pemetaan melibatkan sekitar 80 peserta, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pemuda, wakil perempuan, unsur Muspika, dan sejumlah perwakilan desa yang berbatasan dengan Desa Warungbanten. Desa Warungbanten ingin memiliki peta dan profil desa sebagai sumber rujukan bagi kegiatan perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan pemetaan partisipatif di Desa Warungbanten membuat pemerintah kecamatan Cibeber merasa bangga. Saat ini, seluruh peta desa di Kecamatan Cibeber masih berupa peta sketsa. Pemerintah Kecamatan Cibeber akan mendorong kegiatan dapat dilakukan oleh seluruh desa di wilayah Cibeber.

Peta hasil kegiatan pemetaan partisipatif akan didorong ke pemerintah kabupaten untuk diverifikasi dan ditetapkan menjadi peta definitif Desa Warungbanten sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri 45 tahun 2016. Meski berada di daerah tertinggal, Kabupaten Lebak mampu melahirkan beragam inovasi desa yang mampu menginspirasi daerah-daerah lain.

Untuk menyelenggarakan pemetaan partisipatif, Pemerintah Desa Warungbanten bekerjasama dengan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bermarkas di Bogor. JKPP mendampingi Desa Warungbanten mulai dari membuat kesepakatan alur pemetaan, skema pembiayaan, kesiapan tim, pembagian tugas, wilayah kerja tim, dan kesepahaman batas batas antardesa melalui telaah peta sketsa.