Desa merupakan aktor yang digadang-gadang mampu mendongkrak perkembangan industri kreatif. Desa memiliki beragam potensi dan sumberdaya yang bila diolah secara efektif dapat menjadi produk unggulan desa maupun kawasan perdesaan (prudes/prukades).

Beragam produk kreatif, seperti kerajinan, pariwisata, seni pertunjukan, kuliner, seni musik, dan perfilman, tumbuh sumbur di desa-desa. Pertumbuhan industri kreatif di wilayah perdesaan juga meningkat.

Sejak mulai dikembangkan pada 2009, ekonomi kreatif terus tumbuh dan berkembang sebagai sektor yang berperan penting bagi perekonomian nasional. Data Bank Indonesia (2015) menunjukkan industri kreatif menyumbang Rp 642 triliun atau 7,05 prosen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Inovasi desa sangat diperlukan untuk mengembangkan industri kreatif di dunia perdesaan. Sejumlah terobosan ini tengah dilakukan di Desa Karangnangka, Kedungbanteng, Banyumas. Desa Karangnangka dikenal sebagai Desa Minatani, sebutan untuk desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani sawah dan perikanan.

Nama Inovasi Pemetaan Industri Kreatif Berbasis Desa
Pengelola Pemerintah Desa Karangnangka
Alamat Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Penanggung jawab Jafar Aerudin (Kepala Desa Karangnangka)
Kontak +62-822-2130-5555
Website http://karangnangka.desa.id

Kini model pertanian terpadu (integratif farming) tengah digalakkan. Semua kegiatan pertanian menjadi satu siklus produksi yang saling mendukung, misalnya limbah peternakan berperan penting bagi pemupukan tanaman dan budidaya perikanan.

Faktor kunci dari pertanian di desa ini adalah Sungai Banjaran. Sungai yang berhulu di Gunung Slamet ini selalu menyuplai air sepanjang tahun. Selain itu, kontur sungai Banjaran yang meliuk-liuk menjadi pemandangan alam yang sangat indah. Potensi alam ini menjadi modal dasar pengembangan program desa wisata di Desa Karangnangka.

Selain potensi alam, Desa Karangnangka memiliki sejumlah lokasi wisata yang telah menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Desa Karangnangka memiliki sejumlah artefak era kolonial, seperti Bendung Kali Banjaran.

Bangunan ini menjadi saksi bisu program politik etis pemerintah kolinial di bidang irigasi. Pada akhir pekan, bangunan ini banyak dikunjungi oleh warga setempat, bahkan warga luar desa, baik memancing, berenang, maupun sekadar kumpul dengan keluarga.

Program desa wisata menjadi komponen penting dalam pengembangan industri kreatif. Untuk mendorong pengembangan industri kreatif di tingkat desa, pemerintah desa mulai memetakan potensi industri kreatif di wilayahnya. Pemetaan potensi kreatif menghasilkan dokumen profil industri kreatif di tingkat desa.

Dokumen itu menjadi sumber rujukan dalam perumusan masterplan/cetak biru pengembangan program desa wisata. Selain itu, pemerintah desa dapat mengambil langkah strategis dalam pengembangan industri kreatif, seperti program pembinaan dan pemberdayaan.