Istilah desa tidak digunakan dalam struktur pemerintahan di wilayah Provinsi Sumatera Barat, sebagai gantinya digunakanlah istilah “nagari” Nagari bukan hanya istilah semata yang membedakannya dengan desa, peran masyarakat adat dalam pengelolaan nagari lah yang menjadi pembeda utama.

Nagari dapat diartikan sebagai kesatuan masyarakat hukum adat dalam daerah Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa suku yang mempunyai wilayah tertentu batas-batasnya, mempunyai harta kekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam memilih pimpinan pemerintahannya. Dalam menjalankan pemerintahannya nagari dipimpin oleh Wali nagari dan jajarannya.

Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek terletak pada wilayah Kecamatan Batang Kapas, sekitar 25 Km dari Kota Painan, yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Nagari ini diapit oleh Nagari IV Koto Mudiek di sebelah utara, Nagari Taluak Tigo Sakato di sebelah selatan, Nagari Tuik IV Koto Mudik di sebelah timur, dan Nagari IV Koto Hilie di sebelah barat.

Ada 3.218 jiwa penduduk yang menghuni nagari ini. Seperti kebanyakan nagari lain di wilayah Pesisir Selatan, penduduk Nagari Sungai Nyalo berprofesi sebagai petani, yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian maupun perkebunan dengan tanaman padi dan karet yang menjadi tanaman paling banyak ditanam.

Selain itu, penduduk juga menanam tanaman penghasil buah seperti pisang, durian, mangga, dan pinang yang digunakan warga untuk menambah penghasilan.

Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek dipimpin oleh wali nagari Ulil Amri, S.Sos.I yang bergelar Datuak Rajo Lenggang Nan Moedo. Dengan usia yang masih muda, yakni 31 tahun pada saat pertama menjabat di Tahun 2011, beliau membawa perubahan yang nyata bagi nagari yang dipimpinnya dengan terobosan-terobosan yang dilakukan.

Terobosan yang dilakukan bukan saja dalam hal pembangunan secara partisipatif dengan menonjolkan pemberdayaan dan swadaya masyarakat, tapi juga dalam hal penyelenggaraan pemerintahan nagari, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Pembangunan secara partisipatif tersebut dilakukan dengan menyatukan seluruh pemimpin adat suku yang ada di Nagari Sungai Nyalo yang biasa disebut nini mamak pada lembaga adat yang bernama Kerapatan Adat Sakoto (KAS). Lembaga ini mempunyai tugas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada tingkat nagari dan memberikan usul pemecahan masalahnya.

Anggota KAS adalah 11 nini mamak/tetua/penghulu suku yang bermukim pada wilayah Nagari Sungai Nyalo. Dengan penyatuan para nini mamak pada lembaga adat yang lebih kecil dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) membuat usaha untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam penggunaan dana desa lebih mudah.

Para nini mamak ini turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan terkait penggunaan dana desa serta permohonan untuk peran aktif berupa dukungan terhadap kegiatan dana desa yang sedang maupun akan berlangsung.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APB Nagari) Tahun 2017, Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek menganggarkan pendapatan sebesar 1,2 miliar rupiah. Dalam APBNagari tersebut, pos dana desa dan alokasi dana desa menyumbang porsi terbesar yakni masing-masing sebesar 779 juta rupiah dan 457 juta rupiah.

Pada sisi belanja, pelaksanaan pembangunan nagari menduduki porsi paling besar, dengan nilai 456 juta rupiah, menyusul berikutnya bidang penyelenggaraan pemerintahan nagari, sebesar 402 juta rupiah.

Hasil partisipasi dan swadaya masyarakat serta penggunaan dana desa salah satunya adalah pembukaan ruas jalan baru sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek dengan Nagari IV Koto Hilie yakni Kampung Limau Manis Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie dan Kampung Nunang Nagari IV Koto Hilie.

Ruas jalan ini selain berfungsi sebagai jalan usaha tani, juga menjadi akses baru yang menghubungkan tiga nagari yang bertetangga di Kecamatan Batang Kapas. Pembangunan jalan beton/rabat beton di lingkungan yang berguna untuk memudahkan transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, juga dilakukan pembangunan saluran air yang berfungsi memperlancar irigasi persawahan dan penanggulangan bencana banjir pada waktu musim hujan tiba. Tidak hanya membangun fisiknya, Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek juga berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuat Badan Usaha Milik Nagari
(BUMNag) Padang Lawe.

BUMNag ini bergerak di bidang pertanian dengan memberikan bantuan usaha pertanian berupa bantuan modal kepada petani yang kekurangan modal. Petani yang diberikan bantuan tersebut, kemudian mengembalikan modal yang diberikan dengan sebagian hasil panennya sesuai dengan perjanjian dengan BUMNAG.

Selain usaha di bidang pertanian tersebut, sedang dijajaki pula pengembangan bidang usaha BUMNag di bidang lain seperti pariwisata, dan perdagangan.

Kabupaten Pesisir Selatan terbagi ke dalam 182 nagari. Jumlah nagari ini paling banyak dibandingkan dengan pemerintah daerah kabupaten/kota lain pada wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Dari 182 nagari yang ada tersebut, Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek adalah salah satu paling menonjol dalam rangka pemanfaatan dana desa khususnya peran serta masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

Hasil pengelolaan dana desa yang partisipatif pada Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek ini membuahkan rentetan penghargaan dengan menempati peringkat pertama dalam Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017. Penilaian atas perlombaan tersebut bukan hanya pengelolaan pemerintahan atau partisipasi masyarakat semata tetapi juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, PKK, keamanan, ketertiban, lembaga kemasyarakatan dan muatan lokal.

Selain penghargaan di atas, Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek juga memperoleh berbagai penghargaan lainnya, yaitu: Peringkat I sebagai Pembina Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015; Peringkat I dalam Perlombaan Gotong Royong Masyarakat Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016; Peringkat III sebagai Nagari Berprestasi Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016; Peringkat II dalam Perlombaan Gotong Royong Masyarakat Provinsi Sumatera Barat
Tahun 2016; Peringkat 4 Besar Untuk Nagari Berprestasi Regional Sumatera Tingkat Nasional Tahun 2017.

Kepemimpinan yang inovatif merupakan potensi bagi Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek. Terobosan yang dilakukan bukan saja dalam hal pembangunan secara pastisipatif dengan menonjolkan pemberdayaan dan swadaya masyarakat, tapi juga dalam hal penyelenggaraan pemerintahan nagari, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Maka, pantas bila pasil pengelolaan dana desa yang partisipatif pada Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek ini bukan sebatan pembangunan dan membuahkan rentetan penghargaan.

%d blogger menyukai ini: