Bareh Solok bareh tanamo, Bareh Solok lamak rasonyo (Beras Solok beras ternama, Beras Solok enak rasanya). Demikian penggalan bait lagu berjudul Bareh Solok. Lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi Minang, Elly Kasim.

Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat memang terkenal sebagi daerah penghasil beras. Tanah yang subur, sawah yang terhampar, pepohonan yang tumbuh menghijau, angin yang bertiup lembut, menjadi ciri keidentikan dari suasana daerah di sana.

Pun Nagari Koto Baru, yang merupakan salah satu dari 74 Nagari di wilayah Kabupaten Solok. Nagari yang berada di wilayah Kecamatan Kubung ini, secara geografis berjarak 10 km dari ibukota kabupaten Solok.

Nagari Koto Baru mulai berdiri sejak 2001, dengan luas Wilayah 29.55 km, terdiri dari 8 Jorong. Nagari ini sudah mengalami pergantian wali nagari sebanyak 13 kali. Sejak tahun 2015, Nagari Koto Baru dipimpin Afrizal. K. Malin Batuah.

Masyarakat Nagari Koto Baru yang mayoritas beragama islam memiliki mata pencaharian sebagian besar petani dan berkebun. Mereka berasal dari asli suku setempat yaitu Minangkabau 100%. Nagari Koto Baru termasuk Nagari yang paling sukses di bidang pemerintahan.

Pada Nagari yang identik dengan pesawahan ini, ada sebuah jalan setapak yang mengalur tanpa rumput tumbuh, karena tanahnya sering terinjak. Masyarakat berlalu lalang disana. Ada yang pergi ke sawah, ladang, atau anak-anak yang pergi bersekolah. Masyarakat sering menyebutnya Jalan Guk Panjang.

Kini, jalan setapak itu lenyap. Bukan karena longsor atau gejala alam lainnya. Melainkan, jalan itu telah berubah menjadi jalan yang lebarnya 3 meter dengan struktur jalan yang dicor. Kini, tak hanya orang yang bisa berlalu-lalang di sana, sepeda motor dapat berlalu berpapasan.

Pembangunan Jalan Guk Panjang merupakan salah satu hasil pemanfaatan program Dana Desa yang digulirkan pemerintah. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APB Nagari) Tahun 2017, Nagari Koto Baru menganggarkan pendapatan sebesar Rp 2.345.513.236 dan belanja sebesar Rp 2.413.559.235.

Anggaran Pendapatan terbesar diperoleh melalui Alokasi Dana Desa (APBD) sebesar 1,1 miliar rupiah, kemudian Dana Desa (APBN) 965 juta rupiah. Pemanfaatan dana tersebut kemudian mendukung pelaksanaan pembangunan dengan penyerapan anggaran sebesar 794 juta rupiah di Nagari Koto Baru.

Selain diperuntukan untuk pembangunan Jalan Guk Panjang, anggaran tersebut digunakan bagi Pembangunan Jalan Batu Labi, Jalan Lubuk Batang Simpang Sawah Baliek, Jalan Guk Rantau, serta pengedaman Bandar Nagari Batang Aie Karang Lubuk Agung.

Sementara itu, untuk Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, anggaran dana yang terserap sebanyak 683 juta rupiah.

Pengelola Keuangan Nagari Koto Baru mengutamakan transparansi yang diwujudkan dalam bentuk baliho besar yang dipasang di depan Kantor Wali Nagari. Tujuannya agar sumber dan rencana penggunanan dana dapat dilihat oleh seluruh masyarakat. Dalam hal penggunaan keuangan Nagari, Nagari Koto Baru sudah menggunakan Aplikasi Siskeudes untuk mengelola dana keuangan Nagari.

Untuk membantu Perangkat Nagari dalam mengelola keuangan dan merencanakan kegiatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok telah menyediakan pendamping di masing-masing Kecamatan dan Nagari pendamping Lokal. Upaya selanjutnya, seluruh perangkat Nagari mengadakan penyuluhan ke seluruh Nagari seminggu sekali dari bidang ekonomi untuk dapat meningkatkan perekonomian Nagari tersebut.

Dengan adanya Dana Desa diharapkan dapat menjadi daya dukung bagi Nagari untuk merencanakan program kegiatan yang akan mendorong kemajuan Nagari dan seluruh penduduknya.

%d blogger menyukai ini: