Para petani di Desa Subuk tak perlu risau dengan cuaca mendung dan hujan untuk mengeringkan hasil panen padi. Mereka berinovasi menciptakan alat pengering sederhana berbahan bakar gas yang menghasilkan ultraviolet matahari. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk mewujudkan inovasi desa ini mudah didapatkan di pasar lokal, seperti kipas (blower), besi plat, regulator, dan pipa-pipa.

Prinsip kerja mesin yaitu memanfaatkan hawa panas sebagai media pengering gabah. Untuk pengembangan serta penyempurnaan, alat ini masih perlu ditambahkan pengatur waktu (timer) dan pengukur suhu untuk mengatur lamanya waktu serta tingkat suhu kering agar tidak terjadi “over dry” (kelebihan panas) dalam proses pengeringan.

Nama Inovasi Mesin Pengering Gabah Sederhana
Pengelola Pemerintah Desa Subuk
Alamat Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kontak Person Ketut Suliada Kasana, ST (Perbekel Desa Subuk)
Telepon +62-819-3648-0101/+62-812-3758-3402

Desa Subuk terletak di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Desa Subuk termasuk desa tua yang diperkirakan berdiri pada 1820 masehi. Konon, awalnya Desa Subuk dihuni oleh 15 KK yang menempati daerah rendah yang disebut Lebah Sari. Karena posisi desa yang rendah, masyarakat diserang hama semut dan penyakit sehingga berpindah ke tempat yang lebih tinggi yang diberi nama “Subuk” yang mempunyai makna “ibuk” (inguh/sibuk/bingung).

Desa Subuk yang berlokasi di bagian Barat Daya Kabupaten Buleleng, yang mempunyai kontur daerah berbukit dengan kelembaban tinggi. Secara geogreafis dan administratif, Desa Subuk merupakan salah satu dari 129 desa di Kabupaten Buleleng yang memiliki luas wilayah 434 Ha. Secara topografis terletak pada ketinggian 200 sampai 400 meter di atas permukaan laut.

Desa Subuk berbatasa dengan Desa Titab di sebelah utara, Desa Tinggarsari di sebelah timur, Desa Bantiran di sebelah selatan, dan Desa Pucaksari di sebelah barat. Kehidupan masyarakat Desa Subuk, kebanyakan adalah bertani dan berkebun, selebihnya berprofesi sebagai pedagang. Alokasi lahan terdiri dari tanah sawah seluas 64,4 Ha dan tegalan seluas 326,88 Ha.

Dengan lahan pertanian yang luas, otomatis kehidupan masyarakat adalah sebagai petani dan pekebun sebagai kegiatan harian serta penghasilan tetap. Pertanian di Desa Subuk, didukung oleh lahan yang sangat subur sehingga sangat didukung oleh faktor alam dengan sumber mata air yang melimpah.

Padi adalah salah satu tanaman homogen di persawahan Desa Subuk yang menjadi andalan masyarakat Desa Subuk dalam kehidupannya. Selama ini, pertanian padi jarang terserang hama akibat dari kepedulian masyarakat desa dalam menata serta mengelola sawahnya secara kontinyuitas.

Permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait dengan kelembaban yang tinggi sehingga menyulitkan petani mengeringkan gabah (padi). Tantangan yang muncul adalah bagaimana bisa mengeringkan padi pasca panen dalam kondisi alam dengan kelembaban tinggi ataupun pada saat musim hujan yang bercurah tinggi. Selain padi, kebutuhan lainnya adalah alat pengering untuk hasil panen lainnya seperti cengkeh, kopi, dan lain-lain.

Akhirnya, Pemerintah Desa Subuk merancang pembuatan alat yang bisa mengeringkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang sederhana, termasuk perancangan alat juga memperhitungkan kemampuan ekonomi masyarakat. Mereka memulai dengan menciptakan alat pengering sederhana, yang dibidani oleh Kepala Desa Subuk dibantu masyarakat serta kader-kader Desa Subuk.

Setelah melalui perhitungan yang matang, maka diprediksi untuk membuat alat pengering dengan kapasitas 2.500 Kg bahan mentah (gabah) atau menghasilkan beras sejumlah 1.250 Kg, dimensi alatnya 4m x 2m x 1,2m. Proses pengeringan membutuhkan waktu selama 12 jam dengan dukungan bahan bakar gas LPG 3 Kg sebanyak 8 tabung.

Tantangan selanjutnya adalah pendanaan untuk mewujudkan alat tersebut. Kelompok-kelompok tani di Desa Subuk kesulitan pendanaan untuk menciptakan alat tersebut, terlebih bila alat yang wajib dimiliki oleh setiap kelompok tani. Akhirnya, Pemerintah Desa Subuk mempresentasikan gagasan itu ke Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan dukungan pendanaan, sekaligus penyempurnaan desain mesin.

Keberadaan alat pengering gabah sangat dibutuhkan petani. Capaian sementara, alat pengering tersebut baru mampu berproduksi untuk membantu pengeringan gabah pada satu kelompok tani. Ke depan, Desa Subuk akan menjadi sentra penghasil penganan padi tanpa terhalang cuaca ataupun keadaan alam yang ada. Pemerintah Desa Subuk siap mengembangkan alat dan mentransfer pengetahuan ke desa-desa lain untuk mewujudkan daulat pangan di Kabupaten Buleleng.

Diolah dari htpp://inovasidesabali.com/

%d blogger menyukai ini: