Profesional mengelola dana desa. Itulah yang ditunjukkan oleh Kute (Desa) Lawe Loning Aman. Sebuah desa di Kabupaten Aceh Tenggara yang dihiasi keindahan Gunung Leuser. Dari lereng Leuser, cerita kesuksesan pengelolaan dana desa menggema.

Selain pengakuan beberapa Non-Goverment Organization (NGo) lokal, Kute Lawe Loning Aman menjadi desa yang paling cepat memenuhi syarat administratif pencairan anggaran yang dipersyaratkan oleh pemda Aceh Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa segenap aparat kute, telah siap mengelola Dana Desa dengan baik, transparan dan profesional. Dampaknya, pembangunan kute berjalan dengan cepat dan tepat waktu.

Indikator lain adalah penganugerahan Kute Lawe Loning Aman dalam Lomba Asah Terampil Pengelola Dana Desa Tingkat Nasional pada tahun 2016 lalu. Hal tersebut menjadi penguat alasan Kute Lawe Loning Aman menjadi kute terbaik dalam mengelola Dana Desa.

Kesuksesan pengelolaan dana desa sangat bergantung kepada komitmen masing-masing desa dalam merealisasikan rencana yang telah disepakati. Selain itu, kesungguhan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sarana memperoleh pendapatan desa, menjadi unsur lain yang harus dipenuhi. Dan semua prasyarat tersebut, hanya dapat tercapai jika seluruh elemen kute bersinergi.

Lawe Loning Aman. Sebuah kute penghasil kopi. Suasana sejuk menyergap siapapun yang memasukinya. Kopi yang dihasilkan kute ini sangat kuat, khas arabika yang merangsang sel-sel mata mengejang. Kondisi tersebut semakin sempurna karena kontur kute yang bergunung-gunung dengan ketinggian 1.000 mdpl.

Luas wilayah Kute ini tergolong kecil jika dibanding rata-rata luas wilayah desa. Hanya 1.000 ha dengan dihuni oleh 2.400 jiwa. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mewujudkan kemandirian perekonomiannya. Berbagai upaya dilakukan, termasuk diversifikasi dan intensifikasi pertanian/perkebunan.

Tahun lalu (2016,red), Kute Lawe Loning Aman sukses menyerap Dana Desa hingga 100%. Artinya, seluruh perencanaan telah dijalankan dengan tepat waktu. Bahkan Laporan keuangan sebagai prasyarat pencairan Dana Desa termin berikutnya, disampaikan secara tertib dan disiplin.

Tahun ini (2017, red), Lawe Loning Aman tetap menunjukkan kinerja yang baik. Realisasi Dana Desa Tahun 2017 sebesar 936 juta yang terdiri dari Dana Desa (APBN) sebesar 765 juta dan Alokasi Dana Desa (APBD) sebesar 171 juta, terserap sepenuhnya.

Secara garis besar, Kute Lawe Loning Aman fokus melakukan perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat kute. Untuk infrastruktur, dilaksanakan pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan pemasangan rabat beton jalan kute.

Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat, Dana Desa disalurkan melalui BUMDes dengan program utama berupa penyerahan bibit Kambing Barbados untuk dikelola kelompok masyarakat dengan prinsip bagi hasil.

Kute Lawe Loning Aman, tak lagi sunyi seperti dulu. Geliat warga mengoptimalkan Dana Desa, cukup membuat hangat suasana. Di sudut-sudut kute, bahasan warga seputar pembangunan desa dan program-program kreatif pemberdayaan masyarakat. Sambil menyeruput kopi lokal, warga kute tampak antusias mengisi malam-malam dengan agenda memajukan kute.

Semoga desa-desa lain, dapat meniru cara Kute Lawe Loning Aman dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan dana desanya. Dari lereng bukit Leuser, kita saksikan profesionalitas pengelolaan dana desa. Jika pengelolaannya saja profesional, pasti dana yang disalurkan tepat sasaran dan memiliki multiple effect bagi kesejahteraan warga kute.

Kemampuan segenap aparatur desa yang bekerja secara profesional dan transparan mendorong akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Masyarakat yang mempunyai komitmen kuat menyukseskan program desa termasuk untuk diversifikasi dan intensifikasi perkebunan kopi tentunya menjadi sinergi mutualisme yang penting dalam kesuksesan pengelolaan Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: