Saat harga karet terus melemah, warga Desa Supat Barat yang mayoritas sebagai petani karet tak patah arang. Mereka memiliki strategi untuk menambah pendapatan, salah satunya mengolah biji karet (bikar) menjadi kerupuk.

Desa Supat Barat terletak di Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Inovasi itu dilakukan oleh kelompok PKK Muba bekerjasama BUMDes Citra Muda Mandiri. Inisiatif untuk mengolah biji karet menjadi kerupuk merupakan wujud ekonomi kreatif di desa.

Inovasi produk Kerupuk Bikar sudah melalui uji laboratorium kesehatan. Bikar terbukti mengandung minyak nabati yang tinggi dan memiliki asam lemak tak jenuh tinggi pula, sehingga produk tersebut menjadi produk sehat untuk dikonsumsi.

Bikar merupakan makanan cemilan sehat bagi anak-anak dan dewasa. Kerupuk ini memiliki dua varian rasa, yaitu original dan rasa pedas.

Kini, Bikar menjadi produk unggulan desa. Kelompok PKK Desa Supat Barat selaku produsen bertugas menjaga kualitas produk, sementara BUMDes Citra Muda Mandiri sebagai ujung tombak pemasaran.

Kerupuk biji karet sudah dipasarkan secara online dan sosial media. Anda bisa mengikuti akun Instagram @Supbar_ , Shoope dengan nama Biikar, dan melalui akun WhatsApp 081274514800.

Kerjasama kelompok PKK dan BUMDes mampu menciptakan gerak ekonomi desa yang merata dan berkelanjutan. Berkat inovasi kerupuk bikar, angka kemiskinan di Desa Supat Brat dapat ditekan.

%d blogger menyukai ini: