Martini, seorang ibu rumah tangga di Desa Blangbladeh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan mencoba berinovasi meracik buah jantung pisang untuk dijadikan kerupuk dan cemilan sehat.

Berawal dari pemikirannya melihat betapa banyaknya buah jantung pisang yang terbuang sia sia di kampungnya.

Akhirnya Martini mencoba meraciknya dengan bumbu dapur seperti bawang, cabe, gula aren dan tepung, setelah buah jantung dicincang kecil – kecil lalu dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan.

Proses selanjutnya baru dibuat adonan dengan tepung lalu dikukus dan dipotong tipis-tipis dan dijemur.

Dengan proses yang sederhana ini, Martini bersama kelompok ibu ibu di Desa Blangbladeh telah berhasil membuat Keripik jantung pisang dan cemilan jantung pisang yang sudah dibawa ke ajang inovasi desa.

Jantung pisang adalah bagian dari tumbuhan pisang yang banyak berguna untuk kesehatan. Martini yang didampingi oleh ibu Keuchik setempat, Jumat (24/01/2020) mengaku inovasi tersebut awalnya dari coba – coba meraciknya menjadi cemilan sehat yang dapat dikonsumsi oleh siapa saja.

“Setelah coba kami cari di internet memang belum ada yang meracik jantung pisang menjadi cemilan, kecuali ada di bandung itupun isi dari jantung pisang yang berbentuk tandan yang digoreng bersama tepung dijadikan cemilan gorengan. Tapi kami mencoba memanfaatkan seluruh bagian dari jantung pisang, alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan,” kata Martini.

Sekarang, tambahnya, sudah banyak yang memesan untuk dijual diswalayan swalayan, cuma dirinya masih merasa belum mampu memproduksi secara masal karena peralatan yang sangat terbatas.

“Untuk itu kami sangat berharap pada dinas terkait untuk dapat membantu kami terutama dalam hal peralatan produksi, kemasan yang lebih modren dan pelatihan bagi ibu ibu kelompok di desa ini,” harapnya.

Dia mengakui, pihak Pemerintahan Desa setempat sejauh ini sangat mendukung dan sudah berusaha untuk menjadikan inovasi ini dikembangkan dengan dana desa nantinya.

Namun demikian tentu akan lebih baik lagi bila hasil inovasi ini dapat dipatenkan jadi kuliner khas dari aceh selatan tentu dengan cita rasa dan kemasan yang lebih baik lagi.

“Untuk mewujudkan ini tentu butuh dukungan dari semua pihak,” begitu harapan Martini dan kelompok ibu ibu di desa ini.

%d blogger menyukai ini: