Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber pemasukan andalan bagi Pemerintah Daerah untuk pembangunan. Guna membayar PBB tepat waktu, Desa Sukamulya mencari cara agar warga taat membayar PBB tanpa harus memberatkan mereka. Sejak Oktober 2019, warga Desa Sukamulya dapat membayar PBB dengan sampah.

Desa Sukamulya terletak di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Warga melakukan inovasi dengan membangun bank sampah dan budidaya maggot. Sampah yang dikumpulkan warga di bank sampah akan ditukar dengan uang dan nantinya akan digunakan untuk membayar PBB.

Bukan hanya orang tua saja, pengumpulan sampah, terutama anorganik atau plastik, melibatkan anak-anak PAUD. Setiap jajan, anak-anak dilatih untuk mengumpulkan sampah jajanan. Setiap seminggu sekali pada hari Kamis akan ditimbang dan dicatat di buku tabungan bank sampah, dalam bentuk rupiah.

Kemudian sampah yang diserahkan warga itu akan diolah menjadi berbagai barang menarik. Seperti sampah plastik jadi sebuah kerajinan. Sedangkan untuk sampah organik dikelola oleh bank sampah sebagai pakan untuk budidaya maggot atau telur lalat tentara hitam (black soldier fly).

Maggot ini memiliki nilai ekonomi tinggi digunakan untuk pakan ternak, bahkan harga per gramnya bisa mencapai puluhan sampai ratusan ribu.

Selain meringankan pembayaran sampah, inovasi ini akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Saat ini sudah ada ratusan kepala keluarga yang ikut dalam program pembayaran PBB dengan sampah. Dengan adanya bank sampah juga dapat membantu perekonomian warga.

Inovasi yang dilakukan oleh Desa Sukamulya mendapat apresiasi Pemerintah Kecamatan Baregbeg. Pemerintah Kecamatan Baregbeg mendorong desa-desa lainnya untuk meniru inovasi Desa Sukamulya, yaitu mendirikan bank sampah sekaligus program pembayaran PBB dengan sampah.

%d blogger menyukai ini: