Pengembangan Katalog Inovasi Desa Indonesia terbilang sukses. Ratusan praktik inovasi di desa-desa dapat didokumentasikan dan dikumpulkan dalam pangkalan data inovasi secara online sehingga dapat diakses oleh publik. Setiap hari, ribuan netizen berkunjung dan memuji kemampuan desa dalam pengelolaan pengetahuan di wilayahnya.

Kesuksesan Katalog Inovasi Desa Indonesia tak lepas dari kerja keras pemerintah desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM). Mereka secara sukarela mengumpulkan foto, narasi, dan kontak para inovator di desanya masing-masing. Sebagian besar dokumentasi dikirimkan melalui instant messenger yang terpasang di gawai pintar.

Direktur Gedhe Foundation, Yossy Suparyo, mengapresiasi kerja kolektif yang ditunjukkan oleh pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa mulai menyadari pentingnya tradisi berbagi untuk mempercepat perbaikan tata kelola desa di Indonesia.

“Kesenjangan pengetahuan antardesa jelas ada. Namun, bila antardesa mampu mengembangkan tradisi berbagi pengetahuan dan pengalaman maka percepatan akan muncul. Mereka bisa gunakan resep amati, tiru, dan modifikasi, untuk menduplikasi praktik baik di tempat lain,” ujar Yossy.

Dia berpendapat pemerintah tak perlu membuat program pendampingan baru bila tujuannya sekadar mendokumentasikan praktik baik di desa. Pemerintah cukup mengembangkan program pengingkatan kapasitas pemerintah desa sehingga memiliki semangat kerjasama dan kompetitif yang baik.

“Tradisi gotong-royong, berbagi, dan kepedulian sosial itu masih tinggi di desa. Program ini menjadi bukti yang menunjukkan kemampuan desa-desa dalam memperbaiki kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” lanjutnya.

%d blogger menyukai ini: