Sudah dua bulan ini, Kampung Ramo Giling yang terdiri dari 30 rumah dan dihuni 30 kepala keluarga itu melakukan penataan permukiman. Permukiman penduduk yang terletak di lahan terasering itu dicat warna-warni. Mulai dari warna merah, kuning, hijau, biru, putih dan warna cerah lainnya sesuai keinginan pemilik rumah. Kini, kampung itu dikenal dengan Kampung Pelangi Pantes.

Kampung Ramo Giling terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumah penduduk (dinding, pintu, dan atap genting) di RT 04 RW 10 dicat warna-warni sangat bervariatif. Para pemilik rumah juga membuat gambar dari motif ikan hiu dan gambar kartun mainan anak-anak. Semua itu mereka kerjakan secara spontanitas, dengan kemampuan setiap pemilik rumah.

Selain warna rumah yang warna-warni, lingkungan rumah di Kampung pelangi Pantes sangat bersih. Gang yang ada di antara rumah juga terlihat bersih. Jalan gang dari jalan utama Jalan Kertasari menuju lokasi permukiman sejauh 50-70 meter pun dihiasi dengan aseupan yang terbuat dari anyaman bambu.

Penataan Kampung Pelangi ini merupakan inisiatif Pemerintah Desa Cibeureum. Gagasan itu disambut baik oleh para pemilik rumah. Lalu, Pemerintah Desa Cibeureum turut mensupport pembelian cat warna-warni. Satu rumah itu bisa menghabiskan 8 kg, bahkan lebih dari itu. Untuk pengecatannya dilakukan oleh warga pemilik rumah.

Meski dalam tahap proses, setiap hari ada saja warga yang berkunjung ke Kampung Pelangi. Mereka suka berswafoto dengan latar Kampung Pelangi. Kini, permukiman itu telah menjadi perhatian banyak pihak.

Keberadaan Kampung Pelangi dapat menjadi contoh untuk kampung lainnya, bahkan penataan ini bisa diperluas bila ada dukungan anggaran yang cukup. Penataan permukiman Kampung Pelangi Pantes mampu menjadi daya tarik wisata, bahkan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.

%d blogger menyukai ini: