Sebagian besar desa masih bingung untuk meningkatkan nilai ekonomi dari tanah desa. Biasanya, desa menyewakan tanah desa pada pihak ketiga melalui proses lelang yang diselenggarakan setiap tahun. Desa Panggungharjo berinovasi memanfaatkan tanah desa menjadi pusat kuliner dengan suasana perkampungan ala Mataram tempo dulu, yaitu Kampung Mataraman. Kini, Kampung Mataraman menjadi tempat makan dan wisata agraris paling favorit di Yogyakarta.

Desa Panggungharjo terletak di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini berada di sebelah selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di jalur Ring Road Selatan Yogyakarta yang sangat sibuk. Area Kampung Mataraman cukup luas, sekitar 6 Hektar, sehingga suasana rumah makan ini mirip suasana kampung yang sesungguhnya. Ada pepohanan rimbun, tanah yang lapang, serta para pelayanannya mengenakan pakaian khas Yogyakarta, lurik dan berjarit bagi yang perempuan.

Nama Inovasi Kampung Mataraman
Pengelola Pemerintah Desa Panggungharjo
Alamat Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. DI Yogyakarta
Kontak Wahyudi Dwi Anggoro (Kepala Desa Panggungharjo)
Telepon +62-813-2800-4697
Website http://panggungharjo.desa.id

Kampung Mataraman berdiri pada 29 Juni 2017. Sebelumnya, pemanfaatan tanah desa hanya disewakan pada pihak ketiga sehingga manfaatnya hanya dirasakan oleh pemerintah desa melalui pendapatan asli desa. Lalu, Pemerintah Desa Panggungharjo dibantu oleh tim kreatif desa berinovasi mengembangkan pusat kuliner dan wisata edukasi budaya agraris khas Kampung Mataram. Kampung Mataraman dikelola oleh masyarakat lokal dan menyajikan makanan lokal sehingga manfaat tanah desa semakin dirasakan oleh masyarakat Desa Panggungharjo.

Menu makanan yang ditawarkan asli kampung, seperti sayur lodeh, oseng pare, tempe goreng, lele goreng, ayam goreng, dan ayam bersayur. Begitu pula minumannya seperti teh, es teh, kopi dengan pilihan gula yakni gula pasir, gula Jawa/aren. Semua menu merupakan makanan dan minuman yang biasa hadir di meja makan warga Yogyakarta. Istimewanya, seluruh menu dimasak tanpa bahan kimia sehingga menghasilkan makanan yang sehat.

Selain menu makanan, pesona Kampung Mataraman terletak pada tempat makannya. Kampung Mataraman mampu menghadirkan suasana alam desa. Pengunjung dapat memilih makan sambil lesehan di pendopo, bisa juga makan sambil menikmati se milir angin dari pelataran terbuka sembari duduk di deretan meja di bawah pohon yang sejuk. Udara di Kampung Mataraman masih bersih dan terlindung dari debu-debu udara perkotaan.

Sebagian besar meja dan kursi merupakan barang antik. Pengunjung bisa duduk di atas kursi yang dipahat dari batang pohon sambil menikmati kemilau air kolam. Sebuah jembatan bambu yang cantik berada tepat di depannya. Jembatan bambu memang dirancang sebagai tempat yang paling dicari orang zaman sekarang: selfi. Kampung Mataraman memang disain menjadi tempat yang cocok untuk berselfi. Tak heran, setiap hari ada rombongan datang untuk makan, bercengkerama sekaligus mengabadikan keceriaan di tempat ini. Kampung Mataraman menjawab semua itu.

Hebatnya lagi, harga yang ditawarkan adalah harga rakyat, harga yang dijangau semua orang. Harga murah tapi tempat dan pelayanan istimewa inilah yang membuat Kampung Mataraman langsung melejit dalam beberapa bulan pertama peluncurannya. Itu baru beberapa keunggulannya. Masih ada sesuatu yang dimiliki tempat ini dan tak banyak dimiliki oleh tempat lain.

Kampung Mataraman dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari. Kampung Mataraman membuktikan BUMDes mampu mengelola sebuah usaha modern yang tak kalah hebat dengan usaha-usaha yang dikelola para pemilik modal. Kampung Mataraman menjadi bukti BUMDes bisa membangun usaha yang menyedot banyak tenaga kerja dan berbagai komoditas pertanian desa, seperti beras, sayur, dan buah-buahan.

Inovasi Kampung Mataraman menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Panggungharjo.

Sumber: Berdesa.com

%d blogger menyukai ini: