Pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan masih kalah populer dengan bahan bakar fosil. Untuk mempromosikan isu pemanfaatan energi ramah lingkungan, Desa Pagak mengembangan kawasan wisata Kampung Kitiran yang seluruh kegiatannya ditopang oleh sumber energi dari matahari. Pengunjung juga bisa belajar tentang bagaimana panel menangkap energi surya, disimpan, lantas dimanfaakan untuk penerangan lampu dan energi lainnya.

Desa Pagak terletak di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kampung Kitiran dibangun sebagai kawasan wisata edukasi tentang pemanfaatan mandiri energi. Konsep ini diusung sebagai bentuk edukasi pada peningkatan kebutuhan energi, namun tak dibarengi dengan meluasnya energi kekal.

Nama Inovasi Kampung Kitiran, Wisata Edukasi Mandiri Energi dan Ramah Lingkungan
Pengelola Pemerintah Desa Pagak
Alamat Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Kontak Sudarwo (Kepala Desa Pagak)
Telepon +62-821-3576-4534
Website http://www.pagak-banjarnegara.desa.id

Pemanfaatan bahan bakar fosil masih menjadi tumpuan utama sehingga persediaan cadangan energi tak terbarukan pada masa depan semakin menyusut. Karena itu, beragam inovasi untuk mencapai swasembada energi terbarukan dari beragam sumber yang disediakan oleh alam sangat diperlukan.

Sebagai negara tropis, Indonesia diberkahi pancaran matahari 12 jam. Matahari merupakan sumber energi kekal. Sejak bermiliar tahun lalu, matahari menjadi penopang kehidupan alam semesta.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Pemerintah Desa Pagak menggandeng Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), tepatnya Jurusan Teknik Elektro. Lalu muncul ide pemasangan panel surya sebagai langkah awal promosi pemanfaatan energi terbarukan. Pasokan listrik di area wisata memanfaatkan energi matahari, termasuk lampu penerangan.

Tak sekadar pemasangan panel surya, di Kampung Kitiran ada papan informasi yang menceritakan bagaimana panel menangkap energi surya, disimpan, lantas dimanfaakan untuk penerangan lampu dan energi lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah para pengunjung mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemanfaatan energi surya merupakan tahap awal dari paket wisata Kampung Kitiran. Selanjutnya, meraka akan merambah pemanfaatan energi angin yang menjadi merek kampung wisata ini. Desa Pagak sudah menyusun dokumen roadmap mandiri energi hingga 2032.

Selain urusan energi, di tempat ini, wisatawan bisa pula menyewa sepeda tua untuk berkeliling area wisata, menikmati semerbak taman bunga, kincir-kincir angin, hingga wisata lumpur.

Pengunjung juga bisa memanfaatkan sejumlah pondok yang tersebar di beberapa titik. Ada pondok yang bisa menampung hingga 20-an orang untuk satu pertemuan besar, ada pula yang berupa dangau (gubuk) yang lebih privat dengan daya tampung lebih kecil.

Desa Pagak juga dikenal sebagai sentra pertanian penghasil makanan pokok, komoditas sayuran dan buah-buahan. Pondok di tengah taman mengetengahkan suasana desa yang unik dengan hidangannya yang khas.

Wisata Kampung Kitiran dibuka untuk umum. Pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 5.000 per orang. Meski baru tahap pembukaan, jumlah pengunjung yang datang ke Kampung Kitiran cukup banyak. Pada hari-hari biasa jumlah pengunjung berkisar 50-100 orang. Pada akhir pekan, kunjungan biasanya melonjak hingga 150 orang.

%d blogger menyukai ini: