Subang memiliki beragam potensi wisata. Tuhan menganugrahi Subang dengan tiga daerah potensial wisata, mulai pesisir laut utara, dataran tengah, dan dataran tinggi. Subang juga memiliki destinasi wisata budaya, salah satunya adalah Desa Wisata Cibuluh di Kecamatan Tanjung Siang.

Lokasi Desa Wisata Cibuluh berjarak sekitar 37 Km dari pusat Kota Subang. Kita berkunjung ke desa ini dengan waktu satu jam dengan kendaraan bermotor. Pada 2017, popularitas Desa Wisata Cibuluh mulai meningkat seiring dengan ramai kunjungan wisatawan dari berbagai kota.

Nama Inovasi Kampung Bolang, Desa Wisata Cibuluh
Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibuluh
Lokasi/alamat Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjung Siang, Kabupaten Subang, Jawa Barat
Kontak Person Daming Agus (Direktur BUMDes Cibuluh)
Telepon +62-813-2188-2495

Desa Cibuluh sendiri terbagi dalam beberapa dusun yaitu Bolang 1, Bolang 2, Bolang 3, dan Ciseupan. Wisatawan yang berkunjung ke desa ini dapat menikmati keindahan alam dan sajian budaya masyarakat setempat. Ada pesona alam perdesaan, pesawahan, kolam ikan, sungai-sungai yang mengalir, air terjun, rimbunnya pepohonan, segarnya udara, serta keramahan masyarakatnya.

Desa wisata ini sendiri dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan nama unit usaha pariwisata. Mereka menawarkan paket wisata desa untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan budaya masyarakat desa, khususnya masyarakat sunda.

Wisatawan diperkenalkan dengan budaya sawah, budaya sungai, budaya bercocok tanam dan budaya kesenian dan permainan tradisional yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa. Jika sedang musim menanam padi, pengunjung bisa juga turun ke sawah untuk mencoba bagaimana mencakul sawah dan menanam padi.

Di sini pun kita bisa melihat bagaimana proses pembuatan makanan tradisional yang dibuat oleh warga sekitar, dan bisa mencoba dalam proses pembuatannya. Ada juga spot wisata alamnya ada Curug Ciseupan dan Monumen Perjuangan.

Fasilitas wisata desa yang ada di Desa Wisata Cibuluh, antara lain:

Saung Mulan

Saung Mulan merupakan destinasi wisata yang akan dikunjungi para wisatawan. Di tempat ini terdapat plang bertuliskan ‘Desa Wisata Cibuluh’, ‘Bolang’ dengan huruf berukuran besar yang dirangkai dari bambu.

Saung Mulan juga dibangun sejumlah saung atau gazebo yang atapnya terbuat dari jerami. Dari sini, kita dapat melihat luasnya pemandangan seakan di atas bukit. Di tempat ini kita akan merasakan hempasan segarnya udara perdesaan.

Saung Mulan milik seorang warga yang awalnya hanya difungsikan untuk kumpul dan santai bersama keluarga. Tak pernah terpikirkan pemiliknya kalau di kemudian hari rumah dan pekarangan rumahnya bakal mengundang banyak pengunjung.

Saung Mulan dibangun pada 2016 dan ‘ngehits’ pada awal 2017. Seperti namanya, mulan artinya bulan, jadi saung mulan merupakan tempat yang tepat untuk menikmati keindahan bulan, khususnya pada malam bulan purnama. Saung Mulan memiliki program rutin setiap bulan, yakni pada malam bulan purnama. Selain menikmati keindahan bulan purnama, pengelola biasanya menggelar aneka kegiatan budaya.

Tepas Seuweu

Tepas Seuweu, merupakan salah satu titik destinasi wisata yang disiapkan oleh warga masyarakat Desa Cibuluh. Tempat ini berada di pinggiran pematang sawah. Jika kita berkunjung kesini, kita bisa melihat langsung aktivitas warga di pematang sawah.

Di tempat ini pula kita bisa melihat potensi hasil kerajinan warga masyarakat desa. Selain menjadi tempat pusat kerajinan, Teupas Seuweu adalah tempat berkumpulnya warga untuk melakukan aktivitas latihan kesenian. Bila wisatawan ingin melihat pagelaran kesenian, menurut Daming akan diajak berkunjung ke Tepas Seuweu. Di tempat ini, terdapat dua saung kecil, dan dua saung tempat memajang berbagai jenis kerajinan, serta satu saung sebagai panggung utama.

Dari beberapa titik yang ada di desa wisata Cibuluh, Tepas Seuweu adalah tempat yang masih terbilang baru, dibanding tempat-tempat destinasi lainnya. Tempat ini dibuat atas usulan warga juga, sebagai tempat berlatih kesenian dan juga tempat membuat kerajinan dan menjualnya sebagai cinderamata.

Saung Budaya Bolang

Saung Budaya Bolang, tempat ini merupakan salah destinasi yang sering mendapat kunjungan wisata, mulai dari domestik sampai dengan mancanegara. Pasalnya Saung Budaya Bolang, merupakan tempat pusat komunitas permainan tradisional, yang lebih dikenal sebagai komunitas Hong.

Tempat yang berada di pinggir sawah dan sungai ini didirikan oleh seorang pakar permainan tradisional Indonesia, asal Subang yakni Zaini Alif. Di tempat kelahirannya ini Zaini Alif, sejak 2005 telah mendirikan komunitas Hong, dan sering mendapat kunjungan dari berbagai kalangan, untuk sekedar belajar dan bermain permainan tradisional.

Setiap pengunjung yang datang ke Saung Budaya Bolang, biasanya akan diajak mempraktikkan berbagai macam jenis macam permainan tradisional baik yang bisa dilakukan di darat maupun di air atau disungai.

Dengan tempat yang luas dilengkapi kolam air, dipinggir pematang sawah dan aliran sungai, menjadi daya tarik sendiri bagi tempat ini. Tidak jarang ratusan siswa sekolah ataupun tenaga pendidik dan mahasiswa, pernah singgah kesini untuk mengenal berbagai jenis permainan.

Kampung Budaya Bolang sudah mengoleksi 2.600 permainan tradisional seluruh Indonesia dan 340 permainan seluruh Jawa Barat. Untuk bisa bermain bersama memainkan permainan tradisional, minimal harus diikuti oleh 50 orang, dengan biaya Rp.50.000/orang. Biasanya ada 10 permainan yang akan dipraktekkan, dua diantaranya permainan di air.

Menurut informasi, Saung Budaya Bolang, sering mendapat liputan dari berbagai televisi nasional terkait permainan tradisional. Program acara anak-anak ‘Si Bolang’ pun beberapa kali pernah shooting di tempat ini.

Festival Sungai

Potensi wisata lainnya di Desa Cibuluh adalah sungai, disini terdapat 7 sungai yang mengalir melalui Desa Cibuluh, satu diantaranya yakni sungai Cipunegara. Kekayaan sungai ini pun menjadi salah satu destinasi yang mengundang wisatawan, pengelola wisata memanfaatkan sungai untuk kegiatan rafting, dan kegiatan lainnya.

Salah satu program yang ditawarkan kepada wisatawan yaitu Festival Sungai. Kegiatan ini bakal rutin digelar setiap tahunnya. Festival 7 sungai ini diselenggarakan sebagai cermin sejarah desa Cibuluh dengan budaya agraris atau bersawah yang kental di desa.

Pada kegiatan ini pengunjung atau wisatawan bisa ikut terlibat dalam kegiatan festival. Berbagai macam kegiatan yang digelar pada festival, satu diantaranya bersifat literasi yakni seminar yang bertemakan tentang sungai, yang dihadiri oleh para pemerhati dan aktifis lingkungan hidup.