Kabupaten Jombang memiliki luasan wilayah mencapai 115.950. Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan, didalamnya ada 302 desa dan 5 kelurahan. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Lamongan di sebelah utara, Kabupaten Kediri di sebelah selatan, Kabupaten Mojokerto di sebelah timur dan Kabupaten Nganjuk di sebelah barat. Jombang mempunyai banyak keragaman wilayah, baik dari sisi geografis, ekonomi,demografis dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak kecamatan dan desa itu, kadang masih ada atau bahkan banyak juga yang belum sadar akan potensi desanya. Padahal potensi itu mampu mendongkrak pendapatan desa dan meningkatkan kesejahteraan warga desa. Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, sekian lama membiarkan potensi itu menjadi hal yang biasa. Namun, pemerintahan desa dan relawan desa mulai menggali potensi wisata desa di wilayahnya, salah satunya adalah Goa Ngesong.

Nama Inovasi Objek Wisata Goa Ngesong
Pengelola Pemerintah Desa Pulosari
Alamat Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Penanggung Jawab Widji (Kepala Dusun Pulosari)
Kontak 085895322224
Website http://pulosari-jombang.sid.web.id

Wisata Goa Ngesong terletak di Desa Pulosari. Meskipun gua dalam kategori berukuran kecil namun disekitarnya sudah lengkapi dengan keindahan sumber daya alam sungai, air terjun, hutan. Uniknya goa yang berada di aliran sungai Sumber Bengawan (Sumber Watumayung), di bawah Gunung Anjasmoro ini, menembus bukit, yaitu bibir goa menghadap ke barat dan timur, sehingga disebut ngesong yang arti dalam bahasa jawa adalah tembus, namun sayangnya yang menghadap barat ditutup batu besar.

Konon khabarnya goa tersebut merupakan sarang kirik (anjing) kikik, yaitu hewan pemangsa manusia, dan digunakan untuk hal-hal mistis. Agar anjing itu tidak keluar, sekitar kedalaman 4 meter dari bibir goa yang menghadap ke barat tersebut ditutup dengan sebongkah batu besar oleh seorang yang sakti dan saat ini masih tampak menonjol diantara goa. Sementara pintu Goa Ngesong, diyakini berada di bagian barat atau menghadap ke timur dan posisi ini berlawanan dengan pintu Candi Arimbi yang menghadap ke barat yang konon posisi ini melambangkan bentuk syukur orang-orang terdahulu. Secara geologi, kemungkinan besar goa ini ada kaitannya dengan Candi Arimbi.

Dengan semangat membara bergotong royong, kerja bhakti, para penggerak Desa Pulosari ingin segera mewujudkan potensi wisata menjadi wisata desa dan desa wisata yang dikelola menjadi salah satu unit BUMDesa.