Terletak di salah satu sudut kota Langsa, Gampong (sebutan desa untuk provinsi Aceh) Seulalah Baru merupakan salah satu desa kecil namun memiliki potensi perkembangan yang cukup tinggi. Kemakmuran dan perkembangan gampong ini sudah menjadi rahasia umum bagi warga Kota Langsa pada umumnya.

Gampong Seulalah Baru terletak di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Gampong ini merupakan salah satu dari ribuan desa di Indonesia yang menerima manfaat Dana Desa.

Gampong yang berdiri dari hasil pemekaran pada tahun 2012 ini memiliki penduduk sejumlah 2.143 orang dengan rincian 1.047 orang laki-laki, 1.096 orang perempuan dan total kepala keluarga sebanyak 586 KK.

Gampong yang memiliki luas 25 ha ini dipimpin oleh seorang Geuchik (sebutan untuk Kepala Desa di Aceh) bernama Zainal Arifin. Ia dibantu oleh beberapa perangkat gampong yang handal dan sigap.

Di bawah kepemimpinan beliau, Gampong Seulalah Baru bangkit dan terus menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Gampong kecil nan kumuh sudah dihapusnya menjadi Gampong Seulalah Baru yang maju.

Pada abad ke-15 masehi, Aceh mendapat gelar terhormat dari Nusantara, yaitu ‘Serambi Mekah’. Sebuah gelar yang diakui oleh masyarakat luas bahwa Aceh dianggap memiliki nilai keimanan, ketakwaan, syariat, dan spiritual yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

Sesuai dengan gelar Serambi Mekah dan visi untuk menuju Gampong Seulalah Baru yang lebih maju selaras nuansa islami, maka Dana Desa pemanfaatannya diarahkan pada program-program yang berkaitan dengan keagamaan. Untuk tahun 2017, Dana Desa yang diterima Gampong Seulalah Baru mencapai Rp803 juta.

Manfaat nyata yang terlihat dari pemanfaatan Dana Desa saat adalah pembangunan TPA pada Gampong Seulalah Baru. Walaupun bangunan ini bernama Tempat Pendidikan Anak (TPA), tapi nantinya tempat ini diproyeksikan untuk menjadi pusat kegiatan desa secara terintegrasi.

Tempat ini juga akan dijadikan pusat pendidikan agama bagi seluruh warga gampong. Semangat nyata membangun gampong ini didukung dengan partisipasi warga dalam rangka menyukseskan pembangunan ini.

Pembangunan ini wujud nyata perubahan sukses yang didanai oleh Dana Desa. Pada awalnya, TPA hanya berupa pondok kayu yang tidak dapat difungsikan secara optimal karena keterbatasan luas dan fasilitas bangunan. Pondok tersebut juga tidak bisa digunakan ketika cuaca kurang baik.

Namun dengan adanya bangunan tersebut, kegiatan pendidikan untuk seluruh warga dapat meningkat. Gampong Seulalah Baru sendiri memiliki target menghasilkan minimal 1 orang hafidz/hafidzah setiap tahunnya.

Untuk itu, dengan adanya TPA ini, akan dikelola 250 anak di mana didalamnya termasuk 100 anak kurang mampu yang akan disubsidi secara penuh dari Dana Desa.

TPA ini juga akan diproyeksikan menjadi pusat pelayanan gampong, seperti Posyandu, BKB dan sosialisasi masyarakat. Lahan pada TPA ini juga dialokasikan untuk menjadi taman kecil dan pusat olahraga gampong.

Dengan proyeksi ini diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan masyarakat gampong baik softskill maupun hardskill dari masyarakat Gampong Seulalah Baru.

Proyeksi pendapatan asli Gampong (PAG) lainnya ialah Gampong Seulalah Baru membentuk suatu usaha masyarakat yang didanai oleh Dana Desa yang bergerak di bidang budidaya jahe. Dikarenakan ketersediaan lahan yang kurang, lewat Dana Desa, Gampong Seulalah Baru melakukan pengadaan 4 keranjang tanam untuk satu partisipan untuk budidaya jahe tersebut.

Nantinya keuntungan 1 keranjang tanam akan menjadi milik partisipan sedangkan 3 lainnya menjadi PAG. Gampong Seulalah Baru telah melakukan sosialisasi dan pembinaan masyarakat terkait proyeksi ini. Budidaya jahe ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi warga yang juga sekaligus dapat menambah PAG.

Secara umum, Gampong Seulalah Baru belum memiliki PAG. Namun dengan adanya Dana Desa, Gampong Seulalah Baru telah membentuk suatu sistem untuk menghasilkan retribusi gampong. Salah satunya ialah dengan membentuk suatu retribusi kebersihan gampong.

Banyaknya sampah di sekitaran gampong menjadi inspirasi Geuchik Zainal untuk membuat suatu mekanisme di mana gampong melakukan pengadaan keranjang sampah, yang mana akan dilakukan pemungutan sampah oleh gampong di lingkup Gampong Seulalah Baru. Atas jasa ini, warga gampong diharapkan membayar retribusi kebersihan ke kas gampong
untuk menjadi PAG.

Seluruh kesuksesan ini merupakan bentuk nyata penggunaan Dana Desa yang dikelola dengan sangat baik. Warga Gampong Seulalah Baru berharap agar Dana Desa semakin dapat digunakan dengan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Mengutip dari Geuchik Zainal bahwa “proses pelaksanaan Dana Desa memang melelahkan, namun hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat gampong (desa) seumur hidupnya”.

Melihat Gampong Seulalah Baru, kita belajar bahwa salah satu kunci sukses pengembangan sebuah desa adalah bagaimana menyelaraskan pengelolaan Dana Desa dengan karakteristik unik desa tersebut. Dengan ciri khasnya sebagai desa yang agamis, pemanfaatan dana pada program bernuansa agama dapat mendorong peran aktif masyarakat mensukseskan pengelolaan Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: