Sejak dulu Pulau Jawa merupakan tempat berdirinya kerajaan-kerajaan besar di bumi Nusantara. Ada Kerajaan Mataram Hindu, Singasari, Majapahit, Pajajaran, kerajaan Islam Demak, sampai Mataram. Setiap kerajaan memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas mereka. Tak berlebihan, bila Pulau Jawa merupakan gudang kebudayaan dan kesenian, mulai dari musik gamelan, reog, ketoprak, wayang kulit, ludruk, jidor, dan lain-lain.

Di Desa Sendangagung ada sekelompok anak muda yang mempunyai kreativitas dengan membentuk sebuah grup musik etnik yang bernama “GamelAwan”. Mereka memadukan konsep musik etnik Jawa (gamelan) dengan unsur musik modern supaya musik etnis Jawa (gamelan) ini tetap lestari, tetap dicinta, dan lebih bisa diterima oleh penggemar musik. Karena anak-anak muda sekarang banyak yang sudah tidak mengenal lagi dengan musik etnis Jawa (gamelan).

Hasil kreativitas anak-anak muda desa ini kemudian diunggah di internet melalui portal Youtube, ternyata hasilnya luar biasa, support dari masyarakat luar biasa, fansnya juga luar biasa, sehingga grup ini tetap eksis di tengah ketatnya persaingan dunia industri musik saat ini.

Nama Inovasi GamelAwan, Kolaborasi Musik Etnik Jawa dengan Musik Modern
Pengelola Pendawa5Production didukung oleh Pemerintah Desa Sendangagung
Alamat Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
Kontak
  1. Kholis Setiawan (Pendawa5Production) +62-852-3079-3535
  2. Panut Supodo (Kepala Desa) +62-813-3035-1644
Website http://sendangagung-lamongan.desa.id

Selasa (10/10) tim Youtube berkunjung ke Desa Sendangagung untuk mengetahui resep dibalik kesuksesan grup musik GamelAwan, mulai dari backgroundnya, keluarganya, dan segala macam kegiatannya diliput semua.

Tim Youtube tertarik dengan kostum GamelAwan yang setiap tampil mengenakan motif batik tulis khas Sendangagung, yaitu Bandeng Lele. GamelAwan membawa misi untuk mengenalkan budaya Desa Sendangagung. GamelAwan mencoba mengangkat batik Sendangagung sebagai salah satu desa produsen batik di Kabupaten Lamongan.

Batik juga merupakan salah satu ikon bangsa Indonesia dalam kancah pergaulan dunia internasional. Sehingga batik harus dilestarikan sebagai hasil karya cipta masyarakat insonesia. Jadi, GamelAwan mengemban misi tidak hanya untuk melestarikan musik etnik Jawa (Gamelan) saja, tapi juga budaya dan kerajinan tradisional dari Desa Sendangagung.

Selama kegiatan peliputan tim Youtube berlangsung, pihak Pemerintah Desa Sendangagung juga mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Sendangagung, baik potensi SDA maupun SDMnya, mulai dari indusri rumahan kerajinan batik tulis dan ibu-ibu pengrajin batik, industri rumahan kerajinan emas dan pengrajinnya, kesenian jidor, serta potensi pemandangan alam dari atas gunung yang indah dan menawan, hamparan hutan desa nan rindang. Ke depan, pemerintah Desa Sendangagung akan mengembangkan wisata out bond dan adventure, dan wisata edukasi sebagaimana visi Desa Sendangagung adalah sebagai desa wisata.

Setelah tim Youtube meliput aktivitas grup musik etnik GamelAwan, budaya serta potensi yang ada di Desa Sendangagung, harapannya kalau ini bisa go Internasional, maka kerajinan emas, kerajinan batik yang ada di Desa Sendangagung juga akan semakin dikenal di dunia internasional. Sehingga permintaan akan batik Sendangagung semakin meningkat, khususnya permintaan dari luar negeri,

Ke depan grup musik etnik GamelAwan akan mencoba berkolaborasi dengan grup musik tradisional dari India, yang jauh hari sebelum kedatangan tim Yuoutube sudah lebih dulu berkunjung ke GamelAwan. Kesepakatan sudah dibuat, para pihak juga sudah mempersiapkan diri dengan konsep musik dan lagu masing-masing. Tinggal menunggu hari kedatangan grup musik tradisional dari India ke markas GamelAwan dan berkolaborasi.

Dengan keberhasilan grup musik etnik GamelAwan ini dapat memotivasi para musisi-musisi muda desa Sendangagung agar meningkatkan kreativitasnya dalam bermusik, dan memiliki keberanian untuk mencoba mengupluod hasil kreativitasnya di Youtube. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh grup musik GamelAwan.

Agus Wahid Suyoto, Tenaga Ahli PED Kabupaten Lamongan