Dengan semboyan “Bangga Membangun Desa”, Masyarakat Desa Walikukun memanfaatkan alokasi dana desa yang diamanahkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat setempat.

Sebelum tahun 1980, Walikukun adalah nama kampung yang berada di wilayah Desa Mendaya Kecamatan Carenang Kabupaten Serang. Merupakan kampung yang cukup luas dengan hamparan sawah menghijau dan berdampingan erat dengan sungai Ciujung. Sampai pada tahun 1980-an, Desa Mendaya terbagi menjadi dua desa yaitu Desa Walikukun dan Desa Mendaya Hasan.

Desa Walikukun merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dengan luas wilayah 381.093 Ha. Secara umum, topologi Desa Walikukun merupakan daerah dataran rendah yang mempunyai iklim sedang sehingga berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian dan pola tanam.

Sungai Ciujung yang berbatasan desa tersebut juga difungsikan sebagai irigasi pertanian dan perikanan air tawar sekaligus penghubung dua desa dengan dua kecamatan yang berbeda.

Secara geografis, sebelah utara desa berbatasan dengan Desa Ragas Masigit, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Teras, sebelah timur berbatasan dengan Desa Mandaya, dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Puradadi.

Dalam tahun 2017 Desa Walikukun mempunyai pendapatan sebesar Rp1,19 Milliar dengan proporsi Dana Desa sebesar Rp199 juta dan sumber lainnya yaitu Alokasi Dana Desa (ADD) Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Kabupaten sebesar Rp358 juta dan Bagi Hasil Pajak (BHP) sebesar Rp52 juta.

Pendapatan tersebut digunakan untuk penyelenggaraan pemerintah desa sebesar Rp387 juta, pelaksanaan pembangunan sebesar Rp735 juta dan pembinaan kemasyarakatan sebesar Rp52 juta.

Dalam rangka menjaga pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan transparan, Desa Walikukun memberikan informasi terkait sumber dana dan penggunaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tersebut pada papan informasi berupa banner infografis yang berisi APBDes di lokasi-lokasi strategis yang mudah dilihat masyarakat.

Desa Walikukun mengalokasikan pengeluaran terbesar digunakan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah desa. Wujud pelaksanaan pembangunan lainnya dengan menggunakan dana desa antara lain dengan membangun paving blok, pembanguan pengerasan tanggul, pembangunan Pembangunan SPAL, program penghijauan serta pengadaan sarana dan
prasarana untuk masyarakat.

Dengan ketersedian infrastruktur yang memadai, maka komunikasi menjadi lebih lancar dan perdagangan hasil pertanian serta perikanan akan mudah terdistribusikan sampai ke konsumen. Begitu juga dengan naiknya perputaran uang akan membuat tingkat perekonomian pun mulai merangkak maju.

Masyarakat yang memerlukan kebutuhan primer tidak perlu pergi ke kota karena dengan mudah dapat diperoleh di desa. Apabila membutuhkan barang konsumsi lainnya yang tidak terdapat di desa, jarak dan waktu tempuh ke kota pun menjadi lebih pendek berkat infrastruktur Desa Walikukun yang memadai.

Dana Desa kali ini kembali secara nyata mampu menumbuhkan perekonomian dari Desa Walikukun. Alokasi terbesar yang dilakukan untuk pembangunan infrastruktur terbukti efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan membaiknya infrastruktur, hasil komoditas masyarakat lebih mudah didistribusikan sehingga memberi dampak positif terhadap perkembangan perekonomian Desa Walikukun.

%d blogger menyukai ini: