Desa Treko merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, terletak pada koordinat 110.25° LS dan 7.55° BB atau berjarak 11 km dari pusat/ibukota Kabupaten Magelang dan 80 km dari ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Desa Treko memiliki wilayah yang cukup luas yaitu 143 Ha, terdiri atas 83 Ha lahan sawah, 13 Ha ladang dan 47 Ha berupa lahan lainnya. Wilayah tersebut dihuni oleh total 1.681 jiwa penduduk yang terbagi dalam 529 KK, dengan rincian jumlah penduduk laki- laki sebanyak 835 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 846 jiwa.

Mayoritas penduduk Desa Treko berprofesi sebagai petani, tetapi ada juga yang membuka usaha pancingan ikan, anyaman, dan lainnya yang mampu menyerap tenaga kerja dan menambah penghasilan warga sekitarnya. Hal tersebut yang membuat Desa Treko diklasifikasikan sebagai Desa Swakarya.

Roda pemerintahan Desa Treko sendiri dijalankan oleh seorang kepala desa yang dibantu oleh seorang sekretaris desa, kaur umum, kaur keuangan, kasi pemerintahan, kasi pelayanan, kasi kesra dan lima orang Kepala Dusun.

Dalam rangka membangun desa, Pemerintahan Desa Treko benar-benar memanfaatkan pendapatan desa yang sebagian besar berasal dari Dana Desa untuk mewujudkan masyarakat Desa Treko yang lebih maju dan sejahtera. Dari keseluruhan Pendapatan Desa tahun 2017 sebesar Rp1,16 milyar, sebesar Rp 762 juta (64%) merupakan dana Desa.

Pemanfaatan APBDes untuk pembangunan Desa Treko dilakukan dengan harapan agar status ekonomi masyarakat dapat meningkat. Saat ini, Desa Treko memiliki 331 KK yang masuk dalam kategori Prasejahtera, 188 KK kategori Sejahtera, dan 10 KK kategori Sejahtera III Plus. Pada 2017, keadaan ini diharapkan berubah, terutama untuk keluarga kategori Prasejahtera.

Pembangunan Desa Treko menggunakan Dana Desa yang dilaksanakan sebagai usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dan secara nyata dilakukan dalam bentuk Pembangunan Fisik, Pemberdayaan Masyarakat, dan Penyertaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pembangunan fisik dilakukan dalam bentuk pembangunan akses jalan untuk transportasi, saluran irigasi pertanian, drainase, dan pembangunan sarana dan prasarana ekonomi desa. Selain itu dengan dimanfaatkan juga untuk pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diharapkan mampu meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat khususnya bagi anak usia dini.

Sementara untuk pemberdayaan masyakarat sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) Desa, diselenggarakan berbagai pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha mandiri, maupun ketrampilan di bidang lainnya. Misalnya, pelatihan pengelolaan pendidikan PAUD, pengelolaan sampah rumah tangga, dan peningkatan SDM kelompok
perempuan.

Pemanfaatan Dana Desa lainnya dilakukan dalam bentuk Penyertaan BUMDes. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan Desa maupun masyarakat. Dana Desa sebesar Rp32.710.000 atau 4.3% telah disertakan oleh Pemerintah Desa Treko ke dalam 2 unit BUMDes yaitu unit toko yang menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat dan usaha jasa Tubing X-Gono, yang merupakan usaha jasa pariwisata dengan memanfaatkan potensi sungai dan keindahan alam. BUMDes ini cukup banyak menyerap tenaga kerja (± 50 orang) sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat.

Salah seorang pengelola BUMDes Tubing X-Gono mengucapkan terima kasih atas penyaluran Dana Desa sebab berkat penyertaan modal dana desa pada BUMDes Tubing X-Gono, para remaja desa bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari jasa Tubing ini.

Sekretaris Desa Treko, Muh Kozin turut mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, karena kucuran dana desa ini sangat membantu Desa Treko dalam pembangunan baik itu jalan, saluran irigasi maupun pembangunan lainnya sebagai akses jalan dusun maupun hasil pertanian, sehingga mampu menambah kesejahteraan masyarakat.

Optimalisasi penggunaan Dana Desa yang dilakukan oleh Desa Treko terbukti mampu memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan masyarakat desa setempat.

Pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan penyertaan BUMDes merupakan program prioritas yang dikembangkan melalui dana desa tersebut. Masyarakat Desa Treko semakin giat untuk turut membangun kehidupan perekonomian baik individu maupun perekonomian desa.

%d blogger menyukai ini: