Desa Sumber Baru terletak di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Luas wilayah Desa Sumber Baru adalah 2.575 Ha atau sekitar 25,75 km2 yang terdiri dari 25 RT dan 7 Dusun. Jumlah penduduk desa ini adalah sebanyak 2.985 jiwa, terdiri dari 871 KK yang sebagian besar bekerja sebagai petani.

Selain memiliki potensi pada sektor perkebunan/perladangan yang menghasilkan komoditi seperti kelapa sawit, karet, kelapa, dan manga, desa ini juga memiliki potensi pada sektor peternakan, seperti sapi, kambing, dan ayam.

Pendapatan Desa Sumber Baru mencapai Rp 2,02 Milliar dengan porsi Dana Desa Rp 793 juta. Untuk tahun 2017, Dana Desa digunakan terutama dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan (pengerasan), pembangunan drainase, dan pemeliharaan rumah bersalin/poskesdes.

Desa Sumber Baru dinilai dapat menjadi contoh sukses desa yang menggunakan Dana Desa. Seperti yang kita ketahui, Kalimantan atau Borneo adalah pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini memiliki keistimewaan yang tidak didapatkan di daerah lain, di antaranya hutan tropis yang luas, satwa yang masih dilindungi, suku Dayak, hingga sungai yang mencapai 920 km.

Kekayaan dan keindahan alamnya menjadikan Kalimantan banyak diminati wisatawan mancanegara maupun lokal. Bukan kesuksesan berupa ramainya wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam yang dikejar, namun lebih dari itu, yaitu kesuksesan untuk membangun infrastruktur, sarana dan prasarana desa yang dulunya sangat sederhana menjadi lebih baik hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

Zainal Arifin, Kepala Desa Sumber Baru menuturkan bahwa masyarakat Desa Sumber Baru merasa bersyukur sekali dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat berupa dana desa ini. Mereka dengan senang hati bergotong-royong melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan di masing-masing RT, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas kesehatan, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas sanitasi dengan anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah desa yang bersumber dari Dana
Desa.

Menurutnya, proses untuk menentukan pembangunan Desa Sumber Baru diawali dengan musyawarah di masing-masing dusun yang terdiri dari tujuh dusun, kemudian dimusyawarahkan di tingkat Desa dan setelah ada kesepakatan kemudian ditetapkan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

Kemudian beliau menjelaskan bahwa sesuai arahan dari Pemda Tanah Bumbu, Dana Desa harus digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu penggunaannya diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, dengan menjelaskan rincian penggunaannya yaitu sebagian besar untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sebagian kecil lagi untuk pemberdayaan berupa pelatihan kepala desa, perangkat desa, dan pendamping desa.

Sebagai Kepala Desa, Zainal Arifin mewakili masyarakat Desa Sumber Baru menyampaikan terima kasih kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bahwa dengan adanya Dana Desa ini terjadi peningkatan dalam hal penyediaan sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat desa yakni jalan lingkungan yang semakin baik, sarana kesehatan yang representatif, dan saluran drainase yang memadai sehingga dapat menggairahkan masyarakat desa untuk beraktivitas pada berbagai sektor, dan akhirnya kualitas hidup masyarakat Desa Sumber Baru menjadi semakin meningkat.

Bagaimana masyarakat bergotong-royong melaksanakan pembangunan memperlihatkan bahwa peran serta seluruh masyarakat mengawal pemanfaatan Dana Desa adalah sangat penting. Musyawarah di tingkat dusun yang kemudian dibawa lebih tinggi dalam musyawarah desa menunjukkan terimplementasinya aspirasi masyarakat dari tingkat terendah. Kunci ini yang perlu diikuti desa-desa lainnya dalam pengelolaan Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: