Meskipun terhitung sebagai desa kecil, Desa Sifaoroasi menjadi salah satu contoh potret desa yang sukses dalam mengelola dana desa. Desa Sifaoroasi mampu memanfaatkan dana desa untuk membangun tembok penahan longsor untuk titik-titik rawan longsor di desa itu. Sekarang, masyarakat semakin aman dari ancaman bahaya longsor yang dulu sering terjadi.

Desa Sifaoroasi terletak Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara. Selain pembangunan temboh penahan longsor, pada 2015, dana desa yang diperoleh digunakan untuk melakukan penguatan sektor pertanian, baik berupa pelatihan maupun pembangunan teratak. Pembangunan ini sejalan dengan kondisi fisik desa Sifaoroasi yang sebagian besar lahannya adalah lahan pertanian. Hingga saat ini pendapatan utama masyarakat desa berasal dari menyadap karet.

Di Desa Sifaoroasi terdapat 1 unit Pos Kesehatan Masyarakat Desa (Poskesdes) yang dibangun dari dana APBD Kabupaten Nias tahun anggaran 2011, kemudian dilakukan pemeliharaan berupa pembangunan pagar dan rabat beton pada poskesdes yang dananya berasal dari Dana Desa Tahun Anggaran 2015.

Pembangunan pagar ini bertujuan agar poskesdes tidak dimasuki oleh binatang liar maupun peliharaan warga sehingga membuat poskesdes menjadi terlihat kumuh, mengingat Desa Sifaoroasi masih bersebelahan dengan hutan.

Akses menuju poskedes dahulunya merupakan jalan setapak tanah sehingga jika hujan jalanan menjadi becek. Rabat beton merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saatini dalam kondisi hujan jalan ke poskesdes tidak lagi becek.

Dulu bila terjadi badai disertai hujan lebat, tanah longsor bukanlah fenomena yang mengejutkan bagi masyarakat. Pada tahun 2016 dilakukan pembangunan tembok penahan
longsor untuk daerah-daerah rawan longsor di desa ini.

Selain itu dana desa pada tahun 2016 digunakan untuk mempercantik satu-satu nya PAUD yang ada di Desa Sifaoroasi dengan mengkeramik lantai PAUD dan membangun tembok penahan longsor di sekitar PAUD tersebut. Sekarang anak-anak PAUD mengaku merasa lebih nyaman untuk bermain sambil belajar, dan orang tua pun juga merasa aman.

Desa Sifaoroasi bercita-cita menjadi desa hub bagi desa-desa di sekitarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan perkerasan atas jalan setapak sejauh 225 meter ke arah Dusun 01, sehingga jalan yang dahulunya tidak dapat dilewati kendaraan bermotor, terutama saat musim hujan, sekarang dapat dilewati kendaraan bermotor sehingga pengangkutan logistik dapat berjalan lebih lancar.

Manfaat dari proyek perkerasan jalan ini sangat terasa setelah jalan tersebut rampung karena ternyata tidak hanya masyarakat Dusun 01 yang menggunakan jalan tersebut namun warga dari desa lain juga memilih datang ke pasar/pekan hari Rabu di Desa Sifaoroasi untuk berdagang.

Pendapatan Desa Sifaoroasi berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa, selain itu juga mendapat bantuan/hibah dari dinas terkait (Dinas Pekerjaan Umum, Pertanian, Pariwisata, Kelautan dan Perikanan) dan bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat (CSR BUMN, yayasan, dan perusahaan swasta). Dana Desa yang didapatkan pada tahun ini hampir 760 juta rupiah, naik hampir 300% dari dua tahun sebelumnya.

Pada tahun 2017 Desa Sifaoroasi melakukan renovasi atas kantor desa, dengan bangunan kantor yang lebih layak diharapkan dapat meningkatkan kinerja aparat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Sifaoroasi, serta membuat administrasi di desa menjadi lebih tertib.

Berkat dana desa, jalan baru menuju Desa Tanaya’o juga dibuka sepanjang 1.000 m dan masih dalam proses pengerjaan. Melalui pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh masyarakat desa menuju ke Gido.

Dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir, Desa Sifaoroasi telah meraih prestasi dan penghargaan antara lain Juara 1 Lomba Desa tingkat Kabupaten Nias tahun 2015, dan Juara 1 Pelaksana Tertib Administrasi PKK Kabupaten Nias (Nominasi Provinsi Sumatera Utara) Tahun 2016

Sebagai desa yang memiliki prestasi dalam tertib administrasi pembangunan desa, Desa Sifaoroasi juga membuktikan diri dalam prestasi membangun desa. Pemanfaatan Dana Desa menjadi jawaban atas hilangnya predikat “langganan” longsor yang melekat pada desa ini.

Pembangunan yang berfokus pada infrastruktur tembok penahan longsor menjadi solusi, karena tanah longsor yang menjadi kekhawatiran semua anggota masyarakat kini telah hilang. Kekhawatiran yang hilang ini dapat menjadi kisah bagi desa lain yang mendapatkan porsi Dana Desa dalam pembangunannya.

Diolah dari Kisah Sukses Dana Desa, Kementerian Keuangan 2017

%d blogger menyukai ini: