Pada 2018, Desa Sebanti telah membangun sarana olahraga desa untuk menjawab keluhan masyarakat atas minimnya fasilitas berolahraga di desa. Saran olahraga yang dibangun berupa lapangan volley yang dilengkapi dengan papan skor digital dan fasilitas penerangan. Berkat inovasi itu, masyarakat Desa Sebanti bisa berolahraga dan menyelenggarakan even pertandingan di malam hari. Siang harinya, masyarakat bisa fokus melakukan aktivitas pekerjaan maupun perekonomian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desa Sebanti merupakan kampung tua di Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Menurut para tetuha, gerombolan DI/TII yang dipimpin Ibnu Hajar sering mau masuk kampung karena saat itu desa ini menjadi pusat pemerintahan kecamatan, namun mereka selalu salah alamat, nyasar ke kampung lain. Saat ini, Kantor Kecamatan Pulau Barat berada di Lontar, sebuah desa baru yang kini menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan.

Nama inovasi :   Pembangunan Lapangan Volley dengan Papan Skor Digita
Pengelola : Pemerintah Desa
Lokasi/alamat : Desa Sebanti, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
Contact person : Ahmad Harun (Kepala Desa/Pambakal)
Telepon/HP/email : +62 821-5307-0011

Berdasarkan informasi dari Pambakal Ahmad Harun, penduduk desa ini berjumlah 509 orang pada tahun 2019. Catatan resmi mengenai sejarah desa belum ada, berdasarkan keterangan orang-orang tua, desa ini pernah dipimpin oleh Pambakal Kentong, Sulaiman (selama 20 tahun), Abdurrahman dan saat ini Ahmad Harun. Desa Sebanti berupaya mengembalikan posisi strategis yang pernah dimilikinya melalui pembangunan berbagai infrastruktur fisik dan kegiatan-kegiatan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan pengembangan sumberdaya manusia.

Pada 2018, Desa Sebanti telah membangun Sarana Olahraga (Raga) Desa dengan anggaran sekitar Rp 74.573.000,-. Pembangunan Raga Desa Desa Sebanti dilatarbelakangi oleh keluhan masyarakat tentang fasilitas berolahraga yang minim padahal semangat berolahraga cukup besar. Selain itu, pembangunan Raga Desa juga merupakan salah satu dari empat program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Proses pelaksanaannya dimulai dari penggalian gagasan/ide inovasi, rapat-rapat dan musyawarah desa (Musdes). Masyarakat dan semua lembaga yang ada di desa berperan serta dalam musyawarah tersebut. Selanjutnya dilakukan penetapan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Selain betonisasi Raga Desa, juga dilakukan pemasangan paving dalam rangka peningkatan jalan desa, sebagian diantaranya merupakan ruas jalan menuju Raga Desa tersebut. Desa Sebanti juga memperbaiki sarana dan prasarana obyek wisata melalui urug siring pantai di RT 01.

Desa Sebanti juga membentuk kepanitiaan even tournamen untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan sarana olahraga desa yang sudah dibangun. Pada awal 2019, mereka menyelenggarakan event pertandingan olahraga antar kampong yang diiringi hiburan musik. Kegiatan ini menarik banyak pengunjung, termasuk para pedagang yang berjualan di sana.

Ke depan, Desa Sebanti akan membuat Peraturan Desa agar bisa melakukan enarikan iuran atau retribusi untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Hal ini sekaligus mengobati rasa haus masyarakat Sebanti akan hiburan karena lokasinya yang cukup jauh dari kawasan perkotaan.

Tersedianya Raga Desa dengan fasilitas pendukung pelaksanaan tournament pada malam hari, telah menumbuhkan antusiasme dan partisipasi masyarakat menyaksikan setiap even pertandingan yang sangat luas biasa. Selain mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha ekonomi pelaku usaha mikro dan kecil, juga mendorong kerja sama dan solidaritas di antara desa-desa yang mengikuti tournament. Kegiatan tournament bola Volley Putri dan Putra sangat memungkinkan dikembangkan pada cabang-cabang olahraga lainnya.

Bila berbagai cabang dan aktivitas berolahraga ini bisa berkembang menjadi budaya, tentu akan mendukung lahirnya generasi yang sehat dan cerdas. Men sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat lebih efektif bila didukung dengan Raga Desa yang bisa beroperasi 24 jam.

Pada 2019 ini, Desa Sebanti rencana akan membangun sumur bor pada 3 titik dengan anggaran Rp 121 juta. Penerangan jalan juga menjadi perhatian Desa Sebanti. Ada rencana penyediaan kabel 700 m dan 30 unit lampu untuk mendukung penerangan jalan. Saat ini sedang melakukan komunikasi dengan PLN dan pihak pemerintah daerah agar Desa bisa melakukan kegiatan ini.

Desa Sebanti juga telah memprogramkan pengadaan kendaraan sampah serta melanjutkan dan mengembangkan posyando gratis, baik untuk balita maupun untuk lansia yang sudah berjalan selama ini sebagai wujud perhatian desa pada pengembangan sumberdaya manusia.

%d blogger menyukai ini: