Warga Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat banyak yang berprofesi sebagai peternak lele. Namun, mereka banyak menghadapi masalah sehingga terus-menerus merugi. Pemerintah desa menggandeng Balai Budaya Air Tawar (BBAT) meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peternak untuk mengatasi masalah yang terkait dengan budidaya lele.

Beberapa masalah yang dihadapi oleh pelaku budidaya lele di antaranya biaya produksi yang cukup mahal, angka kematian tinggi, proses perawatan tidak efisien, dan kurangnya daya tahan lele pada perubahan cuaca. Kini mereka berinisiatif menerapkan inovasi dalam budidaya pembenihan ikan lele.

Nama Inovasi Pembenihan Ikan Lele
Pengelola Pemerintah Desa Sasagaran
Lokasi/alamat Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Kontak Person Ihsan Fauzi (Sekretaris Desa Sasagaran)
Telepon +62 857-2162-0664

Dukungan pemerintah desa pada peternak lele merupakan upaya serius desa dalam pengembangan produk unggulan desa dalam bidang perikanan jenis ikan lele.

Adapun proses inovasi dalam budidaya pembenihan lele yang dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  1. Pada 2016, Pemerintah Desa Sasagaran menggelar pelatihan budidaya ikan lele
  2. Hasil dari pelatihan dikembangkan dan diterapkan pada budidaya lele
  3. Prosesnya dimulai dengan penyimpanan telor ke kolam penetasan dengan diberikan air setinggi 15 cm
  4. Usia larva 3 hari diberi makan cacing sutra sapai usia 11 hari
  5. Pemberian pakan pabrik dari usia 12 samapi 18 hari
  6. Disortir dan dipindahkan ke kolan pendederan yang sudah diberi campuran dolomit dan rebusan air daun pepaya dengan ketinggian air minimal 30 cm – 35 cm.
  7. Usia 1 bulan disortir kembali dan ditambah ketinggian air sampai 40-45 cm.
  8. Pada satu minggu kemudian siap panen dengan ukuran ikan 5-8 cm dan siap dilakukan pembesaran.

Hasilnya, setelah dilakukan cara dan tahapan ini dalam satu bulan panen telah meningkat menjadi 70 ribu sampai 100 ribu ekor. Kemudian dalam satu tahun terakhir dimana sebelumnya kelompok Bakter Farm ini hanya memiliki 24 kolam telah bertambah menjadi 40 kolam.

Pada tahap selanjutnya diperlukan penambahan kolam untuk peningkatan siklus produksi dan pemerintah desa melalui Bum Desa dapat melakukan investasi untuk pengembangan usaha ini atau mengambil pemasaran produk unggulan desa ini sehingga produk unggulan desa ini sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mendorong percepatan peningkatan perekonomian desa.