Sandana adalah salah satu dari 103 desa di Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Desa ini berasal dari pemekaran Desa Kalangkangan dan terletak kurang lebih 7 km dari kota Tolitoli. Sandana terdiri dari Dusun Subur, Cendana, Nelayan dan Salise dengan jumlah penduduk dua ribu jiwa.

Secara Topografi Sandana terbagi dalam dua wilayah, yaitu wilayah pantai bagian barat, dan wilayah dataran rendah di bagian timur.

Saat ini, Sandana dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama Zainuddin. Dengan nilai belanja pada anggaran desa Sandana sebesar 1.3 miliar rupiah, desa ini mengalokasikan dana desanya untuk membuka jalan, mem-paving lapangan sepakbola, membangun saluran drainase, WC umum/MCK, saluran gorong-gorong, dan memberikan bantuan bibit cengkeh dan jahe merah kepada kelompok tani.

Jalan penghubung Sandana ke desa lain, seperti Ogomoli dan Kalangkangan, sebelumnya berupa rawa dan tidak dapat dilalui kendaraan pada musim hujan. Akses ke Ogomoli diperlukan oleh nelayan Sandana untuk menuju tambatan perahu atau dermaga rakyat. Sedangkan akses ke Kalangkangan diperlukan oleh warga untuk melakukan proses jual beli di pasar desa. Sandana telah menyelesaikan pembukaan jalan penghubung sepanjang 379 meter dengan ketinggian timbunan di atas satu meter pada tahap pertama.

Dengan topografi dataran rendah, Sandana membutuhkan saluran drainase yang baik untuk menanggulangi banjir yang sebelumnya datang setiap tahun. Dengan dana desa, Sandana membangun saluran drainase sepanjang 288 meter, yang tidak saja menanggulangi banjir namun juga merubah Sandana menjadi kawasan yang rapi dan sehat.

Gorong-gorong sepanjang 6 meter juga telah selesai dibangun tahun 2017 dengan tujuan untuk mengalirkan air agar tidak menggenangi pemukiman warga.

Sandana juga menjaga kualitas hidup warganya dengan pemanfaatan dana desa. Sandana memasang paving keliling lapangan sepak bola sepanjang 440 meter dan menyediakan jogging track dan sarana bersepeda bagi anak-anak.

Kini, lahan antara paving dan lapangan sepak bola ditanami dengan bibit pohon buah-buahan, yang di antaranya merupakan kontribusi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Tengah dalam kunjungannya.

Dana desa di Sandana digunakan dengan cara swakelola, sehingga di samping meningkatkan fisik pembangunan desa juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Dana desa yang diterima pada tahun 2017 juga digunakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya para petani. Bantuan kepada kelompok tani yang sudah tersalur sampai saat ini berupa bibit cengkeh kepada lima kelompok Tani.

Para pemuda desa juga dilibatkan dalam pembangunan desa dan dibina untuk menjadi nelayan yang produktif.

Penggunaan Dana Desa di Sandana telah dilaksanakan dengan baik dan membawa manfaat secara langsung dan tidak langsung bagi peningkatan kehidupan warga.

Dampak positif dari pelaksanaan dana desa di Sandana, di antaranya: Menurunnya tingkat pengangguran dengan pemberdayaan warga; berkurangnya bencana banjir tahunan; dan pemanfaatan fasilitas umum yang dibangun seperti jalan, gorong-gorong dan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga Sandana.

%d blogger menyukai ini: