Ragawacana, sebuah desa dengan kisah sejarah dibalik namanya. Dahulu kala desa ini merupakan perkampungan dengan nama Pidara atau Bale Are. Pada tahun 1500 M, rombongan yang dipimpin Ki Gedeng Cigugur melewati perkampungan itu untuk mengikuti suatu acara yang diselenggarakan para wali di Gunungjati (Cirebon). Namun, rombongan itu batal melanjutkan perjalanan, karena Ki Gedeng Cigugur terjatuh hingga meninggal dunia dan dimakamkan di perkampungan Bale Are.

Salah seorang pengawal rombongan melanjutkan perjalanan menuju Cirebon untuk mengabarkan berita duka peristiwa itu kepada Sunan Gunungjati. Mendengar kabar tersebut, Sunan Gunungjati memerintahkan kepada utusannya untuk mengganti nama perkampungan Bale Are menjadi Desa Ragawacana.

Desa Ragawacana merupakan salah satu desa di Kecamatan Karamatmulya, Kabupaten Kuningan yang mendapatkan kucuran Dana Desa Tahun 2017. Desa Ragawacana dengan luas wilayah 176.589 Ha, berbatasan dengan Desa Gandasoli di Utara, Desa Gunungkeling di selatan, Desa Cibentang di timur dan Desa Pajambon di Barat. Jarak desa ke pusat pemerintahan kecamatan hanya 3 km. Sedangkan jika hendak menuju ke pusat pemerintahan kabupaten harus menempuh jarak jarak 7 km.

Jumlah penduduk desa yang tercatat mencapai 3.203 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 889. Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa adalah bertani. Sebagian penduduk lainnya bekerja sebagai tenaga wiraswasta, tenaga kerja buruh dan pedagang serta sebagian kecil penduduk bekerja sebagai PNS.

Seiring dengan bergulirnya program bantuan Dana Desa, Desa Ragawacana Tahun 2015 menerima dana sebesar Rp275 juta, Tahun 2016 sebesar Rp618 juta, serta Tahun 2017 sebesar Rp778 juta.

Pertama kali Dana Desa digulirkan pada Tahun 2015, Desa Ragawacana menggunakannya untuk renovasi gedung serbaguna desa dengan alokasi sebesar Rp148 juta, rehabilitasi bale desa, dengan anggaran sebesar Rp 77 juta.

Dilanjutkan pada Tahun 2016, berbagai pembangunan dilakukan bersumber dari Dana Desa yaitu: pembangunan jalan usaha tani dengan hot mix, antara Prapatan-Pangajogan sepanjang 1 km dengan lebar jalan 3 m; pembangunan pengembangan posyandu Dusun Manis dan Dusun Kliwon; pembangunan senderan dan perbaikan saluran air dusun puhun; Pembangunan jalan rabat beton Dusun Wage; Pembangunan dan pemeliharaan sarana kesehatan (MCK) tiap Dusun; Pengelolaan Air Bersih Berskala Desa; dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan PKK serta Kapasitas Pemuda.

Peningkatan jumlah anggaran Dana Desa setiap tahunnya, berusaha terus dioptimalkan pemanfatannya oleh Desa Ragawacana. Dana Desa di Tahun 2017 mendapat pemanfaatan pembangunan sarana dan prasarana berupa rehab Taman Kantor Desa dan Perluasan Lapangan Parkir.

Perbaikan sarana dan prasarana tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat berupa kenyamanan lahan parkir yang luas, yang dapat pula difungsikan menampung jumlah besar jamaah sholat Ied dan sarana rekreasi yang murah dan terjangkau.

Dana Desa lainnya dialokasikan bagi, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah 3R (reduce, reuse, recycle) TPS3R. Hal ini menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perilaku membuang sampah yang benar. Proses ini memberikan nilai lebih, di mana barang bekas menjadi barang yang mempunyai nilai jual kembali.

Untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan bersih pada masyarakat, Desa Ragawacana mengalokasikan Dana Desa bagi pembangunan dan pemeliharaan sarana kesehatan (MCK) tiap Dusun. Membudayakan hidup sehat dan bersih secara bersamaan didukung dengan penyediaan Pengelolaan Air Bersih Berskala Desa.

Kegiatan pengelolaan air bersih dilakukan melalui penertiban penggunaan air bersih dari sumbernya, sehingga tersedianya air bersih sampai ke rumah tangga, dan kebutuhan pengairan untuk pertanian.

Pada aspek peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, dilakukan kegiatan pembinaan PAUD, Pelatihan Tata Boga, UP2K dan Kepemudaan. Program yang didanai oleh Dana Desa Tahun 2017 ini mempersiapkan masyarakat untuk mampu berdaya saing di tangah kemajuan zaman, melalui peningkatan keterampilan warga.

Kegiatan penyaluran Dana Desa dari Ragawacana sejak tahun 2015 sampai dengan 2017 telah memberikan manfaat bagi masyarakat serta bisa meningkatkan perekonomian desa secara keseluruhan.

%d blogger menyukai ini: