Siapa sangka! Hanya dengan mengolah sampah organik dan kotoran ternak, dapat dihasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat bersama. Bahkan, untuk mendorong semakin optimalnya pengelolaan pupuk kompos, kedepannya akan didirikan Rumah Kompos.

Desa inspiratif itu bernama Purwodadi. Desa yang berada di wilayah Tungkal Ulu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, itu berinisiasi mengolah sampah organik dari hasil pertanian, rumah tangga dan peternakan, menjadi penghasilan desa yang menjanjikan.

Kini setiap bulannya, desa mendapat pemasukan dari bisnis ini hingga 2,5 juta rupiah. Suatu pendapatan yang terhitung besar untuk suatu desa yang memakan waktu tempuh 2,5 jam dari pusat Kota Kuala Tungkal.

Pendirian rumah kompos, bukan tanpa perhitungan. Desa Purwodadi yang terdiri dari 5 dusun dengan jumlah total penduduk mencapai 7.415 jiwa, akan menghasilkan sampah organik yang cukup besar setiap harinya. Dengan mengolah sampah organik rumah tangga, selain mengurangi kerusakan lingkungan, juga membantu penyediaan bahan mentah bagi Kelompok Tani Makmur dalam membuat pupuk kompos.

Hal ini akan menjadi simbiosis mutualisme di mana rumah kompos mendapatkan bahan baku secara mudah, petani mendapatkan pupuk organik dengan harga terjangkau, dan desa mendapatkan bagi hasil dari aktivitas pengelolaan kompos tersebut.

Sesuai data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Desa Purwodadi pada tahun 2017 ini mempunyai pendapatan total sebesar 1,64 Miliar rupiah dengan porsi Dana Desa sebesar 805 juta rupiah.

Sejak tahun 2015, Dana Desa yang diperoleh Desa Purwodadi disalurkan untuk program-program berdampak sosial tinggi. Dalam bidang infrastruktur, Desa Purwodadi mendirikan los pasar yang memberikan tempat yang lebih layak bagi para pedagang dan pembeli melakukan transaksi.

Lebih dari itu, los pasar tersebut menghasilkan pendapatan berupa retribusi desa. Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Untuk tahun 2017, program-program yang disusun lebih difokuskan pada peningkatan kemandirian masyarakat desa. Selain mendorong pengembangan Rumah Kompos, Dana Desa juga disalurkan untuk pelatihan enterpreneurship warga desa seperti pelatihan menjahit dengan output berupa seragam aparat desa, penggiat PKK, kader posyandu hingga batik buat para Kepala RT.

Penyuntikan dana segar 120 juta kepada Kelompok Tani Makmur diputuskan dalam rangka pengembangan usaha masyarakat, termasuk pengolahan kompos, dalam bentuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ke depan, BUMDes diharapkan dapat memberikan pendapatan rutin yang cukup signifikan untuk kas Desa Purwodadi.

Semoga Desa Purwodadi dapat menjadi desa mandiri, bahkan menjadi desa percontohan dalam aspek peningkatan kemandirian warga melalui program produktif yang dibiayai dari Dana Desa.

Kejelian aparatur Desa Purwodadi dalam melihat peluang dan potensi desa, menjadi salah satu kunci kesuksesan penyaluran Dana Desa. Menggulirkan rumah kompos merupakan keputusan yang bijak dan cukup berani. Bukan saja menyelamatkan lingkungan saja, tapi juga menghasilkan rupiah yang akan disalurkan untuk kepentingan warga.

Dengan komitmen yang kuat dan terus menerus mengembangkan inovasi, Dana Desa akan menjadi lokomotif utama dalam peningkatan kualitas hidup warga desa.

%d blogger menyukai ini: