Desa Pentagen menjadi desa yang dipandang berhasil mengelola Dana Desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa Pentagen berhasil meraih berbagai prestasi tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Pemanfaatan Dana Desa difokuskan untuk membiayai beragam inovasi di bidang pembangunan fisik (infrastruktur) dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Desa Pendung Talang Genting (Pentagen) terletak di Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Nama Pendung Talang Genting sendiri dapat diartikan sebagai “Bendungan yang kecil dan jauh ke dalam hutan”. Desa Pentagen terletak di tepi Danau Kerinci yang berjarak sekitar 420 km dari Ibu Kota Provinsi Jambi.

Jumlah penduduk Desa Pentagen tahun 2017 adalah sebanyak 2.178 jiwa yang terdiri atas 1.090 laki-laki dan 1.088 perempuan dengan 627 kepala keluarga. Secara geografis desa ini terletak pada ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut dengan luas wilayah sekitar 318,4 ha.

Desa Pentagen memiliki topografi dataran tinggi yang bergelombang dengan tekstur tanahnya yang lempung dan berpasir serta sangat subur, karena berada di kaki Gunung Kerinci. Desa Pentagen berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang berjarak kurang lebih 16 km dari pusat Desa.

Jika ditinjau dari lokasinya, Desa Pentagen merupakan daerah yang strategis karena dilalui oleh jalan yang menghubungkan Kabupaten Kerinci dengan Kota Jambi. Jalan tersebut memiliki kondisi yang baik dan digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian Kabupaten Kerinci ke Kota Jambi hingga ke Kota Padang, Sumatera Barat.

Tahun 2015 merupakan tahun bersejarah bagi Desa Pentagen. Desa ini mulai menerima Dana Desa dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,01 milyar ditambah dengan Alokasi Dana Desa sebesar Rp 254 juta.

Di bidang infrastruktur, Desa Pentagen telah melakukan beberapa kegiatan, seperti (1) Pembangunan jalan alternatif untuk kelancaran akses masyarakat desa; (2) Pembangunan selokan/gorong-gorong air permanen dan tertutup; (3) Pembangunan pintu air; (4) Pembangunan kolam ikan dan objek pariwisata; (5) Pengerasan jalan; (6) Pembangunan pagar pengaman gedung pertemuan; dan (7) Pembangunan fisik lainnya.

Selain dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, Dana Desa juga dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan dan mesin, di antaranya adalah mesin molen, gerobak motor Viar, genset, Personal Computer (PC), LCD Projector, dan peralatan lain yang dibutuhkan untuk operasional Desa.

Di bidang pemberdayaan masyarakat Desa Pentagen, Dana Desa dimanfaatkan untuk pelaksanaan kegiatan yang dapat langsung meningkatkan penghasilan masyarakat atau pun yang bersifat membangun kualitas kehidupan sosial, budaya, dan kerukunan masyarakat.

Beberapa bentuk kegiatan yang bersifat non fisik, tetapi sangat bermanfaat dalam peningkatan kualitas kehidupan sosial, budaya, dan kerukunan masyarakat, antara lain adalah Lembaga Kepemudaan, Lembaga Adat, Lomba MTQ Tingkat Desa, Program PKK, Program PAUD, Lembaga Keagamaan, dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya.

Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, Desa Pentagen membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang jasa keuangan, perdagangan, perkebunan, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Salah satu proyek yang ditangani oleh BUMDes ini, bekerja sama dengan PT Asia Indocorp, berupa Proyek Pembangunan Kolam Pertiwi dan Proyek Penanaman Pohon Nilam, yang merupakan upaya menggerakkan perekonomian di bidang perikanan dan pariwisata.

Berbekal keberhasilan Desa Pentagen dalam mengelola keuangan khususnya dari Dana Desa, tidaklah mengherankan apabila desa ini meraih Predikat Desa Terbaik di tingkat Kabupaten Kerinci dan di tingkat Provinsi Jambi.

Desa Pentagen juga dinobatkan sebagai enam besar Desa Terbaik tingkat Nasional. Jayalah Desa Pentagen, subur alamnya, makmur rakyatnya dan terus cemerlang prestasinya, bahkan sampai ke tingkat dunia.

Dengan keterbukaannya dalam menerima hal baru, termasuk bagaimana BUMDes menjalin kerjasama dengan pihak-pihak luar, Desa Pentagen mampu beradaptasi dan belajar hal baru. Upaya-upaya ini tidak lepas dari usaha seluruh warga untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: