Pejambon berada di Kecamatan Sumberrejo Kota Bojonegoro. Desa ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.000 jiwa dengan visi mewujudkan dan hadir lebih dekat melayani masyarakat. Desa Pejambon termasuk salah satu desa berprestasi dan merupakan desa agraris.

Sebagian besar warga pejambon adalah petani kedelai. Dengan bahan baku kedelai yang melimpah desa ini mengembangkan olahan kedelai. Selain itu Desa Pejambon juga mengembangkan produk batik berupa batik Jonegoroan, batik painting, dan produksi keset.

Sejak tahun 2015, Desa Pejambon terus menerima alokasi Dana Desa yang terus mengalami kenaikan. Tahun 2017 Dana Desa yang diterima meningkat 27 persen dibanding alokasi pada tahun 2016. Program Dana Desa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan layanan publik di desa Pejambon.

Tahun 2017, Dana Desa mendapat alokasi Dana Desa sebesar 789 juta rupiah, dan telah direalisasikan sebesar 431 juta rupiah. Dana Desa dialokasikan untuk membangun infrastruktur desa, kebutuhan sarana dan prasarana, serta untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pelaksanaan pembangunan di Pejambon mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat serta mengacu indikator Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) yang meliputi: Pembuatan lantai rumah sehat dalam bentuk plesterisasi 115 rumah warga miskin; Pembangunan saluran pembuangan air limbah sepanjang 277 meter; dan Pembangunan Rencana Tata Ruang Wilayah RT/RW. Pembangunan ini mengalokasikan biaya 48% dari jumlah APBD Desa.

Di bidang pembinaan kemasyarakatan desa, Desa Pejambon berhasil menguatkan lembaga kesehatan dan pendidikan desa dengan mengoptimalkan biaya 12% dari jumlah APBD Desa.

Keberhasilan yang dicapai di bidang pemberdayaan masyarakat adalah pemberdayaan lembaga perempuan dengan menuntaskan aplikasi Dawis (Dasa Wisma) yang memonitor perkembangan sosial warga di Desa Pejambon, dan pemberdayaan di bidang kesehatan dengan kegiatan terkonsentrasi pada Posyandu sebagai unit pelayanan dasar kesehatan masyarakat.

Selain itu, pemerintah desa juga telah melakukan pemberdayaan BUMDes sebagai bentuk peningkatan bidang ekonomi dengan mengalokasikan anggaran 10% dari jumlah APBD Desa Keterbukaan tersebut memberikan efek positif terhadap partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan melaksanakan kegiatan penggunaan Dana Desa sehingga Dana Desa tepat sasaran dan tepat guna.

Partisipasi tersebut dapat dilihat melalui program pembangunan berbasis lingkungan yang merupakan program unggulan Pemerintah Desa di mana tingkat partisipasi masyarakat baik dalam bentuk materi maupun non materi sangat tinggi.

“Kami pemerintah desa penjambon menerapkan asas transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas sehingga dana desa betul betul bisa bermanfaat dan berjalan secara maksimal” Abd.Rokhman-Kepala Desa Pejambon.

%d blogger menyukai ini: