Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merupakan salah satu desa yang berada di kaki Gunung Salak-Sukabumi. Desa yang berbatasan langsung dengan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak) ini merupakan hulu dari Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cicatih yang bermuara di DAS Cimandiri – Sukabumi.

Sejak 2014 Pemerintah Desa Pasawahan membentuk kelompok kerja (Pokja) bernama GEMPAL (Gerakan Masyarakat Pecinta Alam) yang bertugas mengidentifikasi dan menginventarisir masalah krisis lingkungan yang terjadi di Desa Pasawahan dari hulu sampai hilir.

Nama Inovasi Program Konservasi Daerah Aliran Sungai Berbasis Penguatan Ekonomi Melalui Kemitraan Desa dan Swasta
Pengelola Pemerintah Desa Pasawahan
Alamat Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Kontak Dahlan Sudarlan (Kepala Desa Pasawahan)
Telepon +62-822-9803-7760

Hasil kajian Pokja GEMPAL menunjukkan adanya krisis lingkungan dan daerah sungai si sejumlah titik akibat banyaknya lahan kritis, sumber mata air yang mengering, pembukaan lahan, alih fungsi lahan, penebangan liar, tata kelola sampah, dan lain sebagainya.

Pada 2015, Pemerintah Desa Pasawahan menyusun Peraturan Desa tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selanjutnya, pemerintah desa menyosialisasikan Perdes tersebut pada seluruh pemangku kepentingan, diantaranya salah satu perusahaan yang berdomisili di Desa Pasawahan, yaitu PT Yakult Indonesia Persada.

Usai sosialisasi, Pemerintah Desa Pasawahan dan PT Yakult Indonesia Persada menjalin program kemitraan untuk melakukan konservasi DAS Cicatih Gunung Salak berbasis penguatan ekonomi masyarakat. Pembiayaan program dilakukan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Yakult Indonesia Persada.

Program kemitraan di atas mampu menunjukkan hasil yang memuaskan. Selama 2015-2018, program kemitraan telah menanam 24.800 pohon di wilayah hulu Desa Pasawahan. Selain itu, ada 200 sumur resapan dan 500 lubang biopori di wilayah hilir Desa Pasawahan.

Secara ekonomi, ada 25 orang anggota Pokja GEMPAL yang mengembangkan usaha kelompok berupa 20.000 tanaman bunga potong jenis philo, 30 ekor ternak kambing dan 3 ekor sapi. Selain itu, ada 100 pohon Jambu Air Citra di pekarangan masyarakat.

Program kemitraan Pemerintah Desa Pasawahan dan PT Yakult Indonesia Persada memberikan pelajaran berharga tentang proses memfasilitasi kelompok masyarakat, menempatkan permasalahan lingkungan menjadi tugas bersama, serta program CSR perusahaan dapat terintegrasi dengan dokumen perencanan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ke depan, Pemerintah Desa Pesawahan berharap dapat mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak lainnya, seperti lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi untuk melakukan penelitian secara berkala. Pemerintah desa juga berencana menyusun rencana tata ruang skala desa dan kawasan untuk penataan ruang dan distribusi fungsi lahan.

Praktik inovasi yang dilakukan Desa Pesawahan dapat ditiru oleh desa-desa lain, terutama dalam melibatkan perusahaan dan sektor swasta dalam kegiatan konservasi.