Desa Pasar Pedati terletak di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Tepatnya, desa ini berada pada jalur lintas Bengkulu menuju Provinsi Sumatera Barat.

Jumlah penduduk Desa Pasar Pedati adalah sebanyak 4.377 jiwa, yang terdiri atas 2.164 laki-laki dan 2.213 perempuan, dengan 1.276 kepala keluarga yang terbagi ke dalam 14 wilayah RT.

Penduduk Desa Pasar Pedati berasal dari berbagai daerah yang sangat beragam. Mayoritas penduduk desa paling dominan adalah Penduduk asli (Orang Bengkulu).

Selain dari Bengkulu Selatan, Suku Rejang, dan Suku Lembak, ada juga yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, Bali, suku Batak, Aceh, bahkan dari NTT dan Papua.

Tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong-royong, dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Desa Pasar Pedati. Tradisi tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan antar kelompok masyarakat.

Luas wilayah desa ini adalah 6.517.563.64 m2, di mana 65% luasnya berupa daratan datar untuk pemukiman, lahan kebun sawit, kebun karet, dan kebun kelapa. Sebesar 30% luasnya berupa rawa gambut sebagai lahan Pertanian untuk perkebunan kelapa sawit. Sebesar 5% luas sisanya berupa rawa gambut yang masih merupakan lahan tidur.

Sepanjang ± 4000 m Desa Pasar Pedati terdapat Pantai Sungau Suci, yang terkenal akan hasil tangkapan bermacam jenis ikan dan lobster dan menjadi salah satu faktor pendukung ekonomi masyarakat desa.

Pada tahun 2008 muncul limbah batu bara di sepanjang pantai Desa Pasar Pedati, tetapi baru pada tahun 2009 ada pemasarannya dengan harga yang sangat bersaing.

Dana Desa untuk Desa Pasar Pedati pada tahun 2017 digunakan untuk pelaksanaan bidang pelaksanaan masyarakat. Sebagian besar Dana Desa digunakan untuk pembangunan jalan desa.

Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk budi daya ikan lele, coconut oil, dan pembuatan pupuk bokasi.

Transparansi keuangan Desa Pasar Pedati ditunjukkan pada banner APBDes Tahun 2017 di Kantor Kepala Desa. Pendapatan Desa Pedati Tahun 2017 terdiri atas Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar RP412,71 juta, Dana Desa (DD) sebesar Rp879,39 juta, dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp5,84 juta.

Pembangunan infrastruktur di Desa Pasar Pedati berkembang Pesat di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades), Rahaya, dengan bantuan masyarakat desa dan bantuan Dana Desa tahun 2017 sebesar Rp879 juta Dana Desa tersebut terutama digunakan dalam bidang pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Dana Desa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembudidayaan ikan lele. Aktivitas budi daya ikan lele merupakan salah satu kegiatan positif dalam memberdayakan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat setempat diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan yang bisa menunjang perekonomian keluarga.

Sementara itu, dalam bidang infrastruktur Dana Desa digunakan untuk pembangunan jalan desa dan pembangunan sarana dan prasarana fisik kesehatan.

Pembangunan jalan desa yang telah dilakukan antara lain berupa pembangunan jalan rabat beton pada Gang Pokat RT I sepanjang 124 meter dan lebar 2,5 meter, pengaspalan (lapen) jalan Gang Keluarga RT 7 sepanjang 100 meter dan lebar 2,5 meter dengan drainase sepanjang 400 meter, dan Lapen gang Sukarami RT 13 sepanjang 170 meter dan lebar 3 meter.

Pelaksanaan pembangunan Desa telah terealisasi 100% dengan tersedianya infrastruktur jalan desa. Pembangunan fisik lain yang dilakukan, yaitu peningkatan bangunan balai Pusat Layanan Terpadu (Posyandu), yang selama ini hanya seperti aula yang belum memiliki ruangan.

Pada tahun 2017 ini pemerintah desa membangun ruangan agar bisa dimanfaatkan untuk pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Ibu Hamil (Bumil). Kegiatan Posyandu telah berjalan dengan baik setiap bulan.

Kegiatan lainnya yang penting diketahui dan didukung dari pemanfaatan Dana Desa adalah pembuatan pupuk bokasi yang berasal dari sampah dan jerami bekas dan pemanfaatan air kelapa untuk diolah menjadi menjadi minyak goreng (coconut oil).

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah dibentuk untuk menunjang penjualan ikan lele, pupuk bokasi, dan coconut oil.

Pemanfaatan Dana Desa seharusnya telah dapat dirasakan warga Desa Pasar Pedati melalui pelaksanaan program yang tepat dalam menunjang kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan Desa Pasar Pedati dalam memanfaatkan Dana Desa Tahun 2017 terlihat dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan kesehatan, serta dukungan dalam budidaya lele.

Kesuksesan Desa Pasar Pedati memanfaatkan Dana Desa didukung oleh manfaatnya yang langsung dapat dirasakan warganya. Di samping itu, pengelolaan Dana Desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa yang baik mendorong segenap perangkat desa dan warga untuk berkontribusi penuh dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

%d blogger menyukai ini: