Berada di kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, Natai Sedawak adalah desa dataran rendah dengan wilayah seluas 134 km2 dan penduduk sejumlah 2.292 jiwa. Desa ini merupakan salah satu desa di ujung barat Kalimantan Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat.

Natai Sedawak adalah desa khas di wilayah Kalimantan yang rata dengan lahan yang banyak dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit. Karenanya, pekerja di Natai Sedawak didominasi pekerja perkebunan, di samping profesi lain seperti ASN, TNI, Polri dan pedagang.

Meski tidak jauh dari pusat kota, Sedawak hanya memiliki fasilitas pendidikan tertinggi setingkat Sekolah Dasar (SD). Untuk jenjang pendidikan berikutnya, anak-anak Sedawak harus ke wilayah desa lain. Untuk pendidikan pra sekolah, di Sedawak terdapat Taman Kanak-kanak (TK) Pembina yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan PAUD yang dikelola oleh Gabungan Organisasi Wanita Sukamara.

Rumah Sakit Umum Daerah tidak jauh letaknya dari Sedawak, tetapi mengingat luas wilayahnya, desa ini memiliki Puskesmas Pembantu, Pos Kesehatan Desa, dan Posyandu, dengan 3 orang tenaga medis perawat dan bidan. Aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat juga didukung keterlibatan sejumlah kader Posyandu yang berasal dari masyarakat setempat.

Pada tahun 2017, Desa Natai Sedawak memiliki pendapatan sejumlah Rp 2.661 juta yang terkumpul dari tiga sumber, yaitu Dana Desa senilai Rp911 juta, Bagian Hasil Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah senilai Rp70 juta, dan Alokasi Dana Desa senilai
Rp1.679 juta.

Dari pembagian penggunaannya, tampak bahwa alokasi pembangunan desa menjadi pos alokasi terbesar pada Dana Desa yaitu sekitar 61% dari total anggaran pengeluaran desa, diikuti dengan pemanfaatannya dalam penyelenggaraan pemerintah desa mendapatkan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.

Komposisi alokasi dana pembangunan ini cukup mencerminkan kondisi dan kebutuhan Natai Sedawak sebagai desa dengan daftar panjang fasilitas fisik yang perlu disediakan di tengah wilayahnya yang luas dan kepadatan penduduk yang rendah dan tersebar.

Sejak digulirkannya Dana Desa tahun 2015 dan hingga pertengahan tahun 2017, sudah banyak pembangunan yang dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Natai Sedawak. Pembangunan jembatan dan jalan yang didanai oleh Dana Desa tahun 2017 sangat membantu warga dalam kehidupan sehari-hari.

Jembatan yang telah memadai membantu warga untuk menyalurkan hasil pertanian dan perkebunan. Jalan lingkungan RT yang semula menjadi becek dan sulit dilewati saat hujan, kini telah bagus dan tidak becek lagi sehingga kegiatan sosial dan perekonomian warga menjadi terbantu.

Beberapa pembangunan lainnya meliputi pembangunan jembatan, jalan rabat beton, pengadaan PJU Tenaga Surya, pembuatan sumur bor (dangkal), pengadaan mesin perontok padi, gudang alat pertanian, pembuatan jalan lingkungan RT, dan pengolahan lahan percetakan sawah.

Di samping infrastruktur, Dana Desa juga digunakan dalam Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa, melaui operasional kader kesehatan masyarakat desa dan penguatan program pendidikan. Pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis dan pelatihan bagi BPD, PKK, P2HP, TPK dan kepala desa juga turut digalakkan.

Pembangunan di Natai Sedawak dilaksanakan dengan swakelola masyarakat, memberdayakan potensi di masyarakat, dan transparansi seluruh rencana kegiatan pembangunan yang terpampang melalui baliho di depan kantor desa, sehingga seluruh masyarakat dapat ikut memonitor dan memantau program pembangunan.

Seluruh tahap pembangunan, perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban, telah melibatkan unsur masyarakat desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan Tim Pendamping Desa. Transparansi pembangunan berjalan baik dan hasil pembangunan sesuai keinginan masyarakat.

Kesuksesan Natai Sedawak dalam mengelola Dana Desa yang digulirkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 tidak terlepas dari peran serta seluruh unsur lapisan masyarakat dan aparat desa. Keinginan dan aspirasi masyarakat Desa Natai Sedawak harus menjadi dasar pembangunan dengan melibatkan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Desa di setiap awal tahun.

Dalam rangka memenuhi keinginan dan aspirasi seluruh masyarakat desa, program pembangunan di bidang pembangunan desa melalui Dana Desa tahun 2017 di tahap II akan dialokasikan untuk membuat lahan percetakan sawah dan lahan peternakan, khususnya peternakan sapi.

Mengingat bahwa secara geografis Natai Sedawak berpotensi besar di bidang pertanian dan persawahan, maka kedepannya sangat layak bahwa program pembangunan sektor pertanian tetap menjadi prioritas.

Kesuksesan Natai Sedawak dalam mengelola Dana Desa yang digulirkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 tidak terlepas dari peran serta seluruh unsur lapisan masyarakat dan aparat desa, serta dukungan dari pemerintah daerah sehingga Dana Desa dapat digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran masyarakat desa.

Dengan swakelola pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan potensi yang ada, dan transparansi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan sesuai aspirasi masyarakat desa, Desa Natai Sedawak bergerak maju.

%d blogger menyukai ini: