Senyuman lelaki paruh baya bernama Abah Komar mampu menutupi wajahnya yang terlihat lelah, saat kami didampingi Ketua BPD dan Aparatur Desa, menyambangi kediamannya di Desa Mandalamekar RT 03 RW 10. Rumahnya terlihat sangat sederhana dengan luas 4,5 x 6 Meter, namun sudah cukup layak untuk dihuni.

Dengan tersipu malu, Abah Komar dengan menggunakan Bahasa Sunda yang masih kental, menceritakan bahwa kini dia bersama istri dan 4 orang anaknya bisa tidur dengan nyenyak, makan pun terasa lebih nikmat dengan menempati Rumah Sehat atas bantuan Pemerintah Desa melalui anggaran Dana Desa sebesar 10 juta rupiah dan hasil dari bantuan sabilulungan (gotong-royong) masyarakat sekitar.

Abah Komar yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penuh ketulusan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa juga kepada Pemerintah Pusat karena dengan adanya Dana Desa, kebutuhan paling mendasar dalam hidup yaitu kebutuhan tempat tinggal bisa terpenuhi.

Perjalanan menuju puncak bukit Desa Mandalamekar terasa lebih lancar walaupun jalannya menanjak tajam dan berkelok-kelok. Kami menemui seorang warga yang tengah duduk di depan warung kecil, seorang bapak tua yang dulunya bekerja sebagai pedagang buah-buahan keliling dan sekarang karena sudah tua tidak kuat lagi untuk berjualan keliling.

Namanya Pak Amud, penduduk asli Desa Mandalamekar, menerima kami dengan senang hati dan mengatakan kepada kami bahwa jika dibandingkan dulu, jalannya rusak dan banyak berlobang, kini jalan di depan rumahnya sudah bagus, menggunakan rabat beton, sehingga Pak Amud dan warga sekitar tidak lagi takut karena dulu sering tejadi kecelakaan ketika jalannya masih rusak.

Salah satu penggunaan Dana Desa yang menarik perhatian dalam bidang perekonomian desa adalah dengan dirintisnya BUMDesa dengan nama BUMDesa Mandala. Penyertaan modal awal menggunakan anggaran Dana Desa tahun anggaran 2016 sebesar 100 juta rupiah dengan bermacam usaha meliputi mini market yang letaknya di depan Kantor Desa, pengelolaan air bersih, penyewaan alat-alat pesta, pembayaran tagihan listrik/air, dan juga penyewaan Genset.

Dengan adanya BUMDesa ini, masyarakat Desa Mandalamekar merasa sangat terbantu karena BUMDesa sendiri lebih ditujukan untuk tujuan sosial bukan untuk mencari keuntungan semata, terbukti dengan adanya mini market, para pemilik warung bisa membeli barang dagangan dengan harga yang lebih murah untuk kemudian dijual kembali.

Cerita sukses penyaluran Dana Desa di Desa Mandalamekar bukan sekadar laporan tertulis di atas kertas semata. Akan tetapi, yang tertulis dalam laporan adalah fakta sesuai kondisi di lapangan. Selain program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni menjadi Rumah Sehat, Pembangunan Rabat Beton, Penyertaan Modal BUMDes, ada juga Pembangunan Drainase, Tembok Penahan Tanah (TPT), Posyandu, dan Sumur Resapan.

Sebagai bukti bahwa Dana Desa yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Desa dan juga merupakan salah satu program unggulan Pemerintah saat ini terbukti langsung maupun tidak langsung mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari total anggaran Dana Desa tahun 2017 sebesar 877 juta rupiah, pencairan tahap I sebesar 523 juta rupiah seluruhnya telah dimanfaatkan untuk kegiatan bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menurut Ijang Suryana, selaku Kepala Desa Mandalamekar, untuk pencairan Tahap II sebesar 350 juta rupiah direncanakan akan digunakan untuk pembangunan Gedung Olah Raga (GOR), pembangunan TPT di lokasi baru, peningkatan kapasitas Kepemudaan, Kader Posyandu, dan di bidang ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM untuk menunjang dan meningkatkan produk unggulan desa berupa makanan tradisional khas Bandung yaitu Peuyeum dan juga sebagai sentra industri kerajinan Angklung.

Tak ada keraguan sedikit pun dalam diri Kepala Desa dan segenap Aparatur Pemerintah Desa untuk memajukan Desa Mandalamekar yang mereka cintai. Dengan kerja keras dan kerja bersama melalui konsep Sabilulungan, Desa Mandalamekar secara perlahan tapi pasti akan mampu mewujudkan Visi Desanya yaitu Terwujudnya Desa Mandalamekar “RAPIH (Religius, Aman, Peduli, Inovatif, dan Hijau) melalui Peningkatan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Desa serta Pemberdayaan Masyarakat yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing”.

Dana Desa untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi. Namun demikian, sebagai manusia biasa, Kepala Desa beserta jajaran Pemerintah Desa, juga mengharapkan peningkatan kesejahteraan bagi pengelola desa.

Terselip harapan kepada Pemerintah Pusat bahwa sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam mengelola anggaran khususnya Dana Desa dan untuk memotivasi mereka melakukan pengabdian yang lebih baik lagi kepada masyarakat, di tahun-tahun berikutnya sekiranya bisa dianggarkan dana operasional dalam hal ini berupa honorarium untuk pengelola Dana Desa.

Maju terus Desa Mandalamekar. Tak ada gusar, Agar desa tetap terus berbinar.

%d blogger menyukai ini: