Menjadi sederhana itu tidak sederhana. Mallongilongi berhasil melakukannya. Meski berada dalam posisi yang strategis, Mallongilongi bertahan pada kesederhanaan kehidupan struktur pedesaan sebagai petani.

Mallongilongi adalah desa di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dengan jumlah penduduk sebanyak 3.647 jiwa yang terdiri dari 1.897 perempuan dan 1.777 laki-laki. Kantor Desa Mallongilongi yang beralamat di Jalan Poros Barugae-Jampue No. 23 Paladang dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih melalui pemilihan secara langsung.

Pemerintah Kabupaten Pinrang merekomendasikan Desa Malongilongi menjadi salah satu contoh desa yang dinilai sukses memanfaatkan dan mengelola Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa. Dana Desa sebesar 809,5 juta diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dasar dan peningkatan kapasitas ekonomi desa.

Penggunaan Dana Desa untuk bidang fisik di antaranya adalah untuk pembangunan drainase, talud jalan kampung, deker jalan tani dan Pipa Pompanisasi (alat Pertanian).

Dengan adanya proyek pengadaan pipa pompanisasi, areal tanah persawahan dan perkebunan palawija yang sebelumnya tidak produktif dapat disulap menjadi percetakan sawah dan perkebunan jagung yang dapat dipanen sebanyak dua kali dalam setahun.

Selain itu, pembuatan deker dengan ketebalan 20 cm, sesuai dengan standar konstruksi, menjadikan jalan tani dapat dilewati oleh kendaraan berat sehingga memudahkan pengangkutan hasil bumi yang dapat meningkatkan penghasilan para petani di dusun kenari desa Mallongilongi.

Pembangunan pipa Pompanisasi dan deker yang dibiayai dari Dana Desa ini telah memberikan manfaat yang sangat besar dan secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, sebagian Dana Desa akan dialokasikan untuk membeli mesin/alat untuk pembuatan roti sehingga diharapkan taraf kehidupan masyarakat desa akan lebih meningkat.

Di bidang non fisik, Dana Desa digunakan untuk kegiatan sistem informasi desa, bantuan sarana dan prasarana Olahraga (Kepemudaan), pemberian makanan tambahan/vitamin ibu hamil dan balita, pelatihan BUMDes, pelatihan pemanfaatan pekarangankelompok tani, dan pelatihan pembuatan roti.

Bagaimana Desa Mallongilongi menggunakan Dana Desanya pada kebutuhan yang tepat menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan Dana Desa. Semua pembangunan yang berfokus pada infrastruktur telah berhasil menghidupkan kembali tanah persawahan di Mallongilongi.

Kehidupan persawahan kembali produktif, berkat penghidupan kembali areal persawahan. Sebuah harapan akan kemandirian desa terpancar kembali, seiring dengan aliran Dana Desa di Desa Mallongilongi. Terima Kasih Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: