Semilir angin berhembus menyapu setiap pepohonan, sawah-sawah, dan rumah warga. Sepanjang mata memandang terlihat hamparan tanaman padi yang menghijau dan tumbuh subur beratmosfir sejuknya udara yang bersih tanpa polusi. Inilah Desa Lumban Gaol, sebuah desa indah yang berada di kawasan pinggiran Danau Toba, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Wilayah Desa Lumban Gaol memiliki luas sekitar 158 Ha yang dibagi menjadi tiga dusun, yaitu Dusun I, Dusun II, dan Dusun III. Jumlah penduduk desa sebanyak 1.267 jiwa, terdiri dari 326 KK.

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Lumban Gaol adalah petani. Tak heran jika di kiri-kanan jalan desa terlihat hamparan tanaman padi yang tumbuh subur. Padi dan tanaman palawija menjadi komoditas pertanian andalan warga desa untuk menafkahi keluarga.

Selain pertanian, Desa Lumban Gaol memiliki potensi peternakan dan objek wisata. Pada sektor peternakan, sejumlah warga mengembangkan usaha di peternakan ayam, babi, sapi, dan kerbau. Sayang, sektor peternakan masih menjadi profesi sampingan warga sehingga popularitasnya kurang menonjol.

Sektor wisata cukup berkembang sebagai bagian dari destinasi Danau Toba. Desa Lumban Gaol sangat menjaga kebersihan dan keindahan desa sehingga kunjungan wisatawan ke daerah ini terus meningkat. Bahkan, pada 2017, Desa Lumban Gaol menyabet juara I Lomba Kebersihan Pinggiran Danau Toba mengalahkan tujuh kabupaten lainnya.

Desa Lumban Gaol mempunyai banyak prestasi yang membanggakan. Pada 2016, Desa Lumban Gaol mendapat penghargaan juara 1 Lomba GTK PAUD Se-Kabupaten dan juara 1 Lomba Desa Binaan Kategori UP2K PKK Tingkat Kabupaten Toba Samosir Tahun 2016.

Tradisi berprestasi berlanjut pada tahun selanjutnya, Desa Lumban Gaol menjadi juara 2 Lomba Pengelolaan PAUD Terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017. Selain itu, juara 1 Lomba Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Toba Samosir Tahun 2017 dan masih banyak prestasi lainnya.

Desa Lumban Gaol mendapatkan Dana Desa sebesar Rp 253 Juta (2015), Rp 593 Juta (2016), dan Rp 754 Juta (2017). Untuk 2017, Dana Desa digunakan untuk membangun tiga saluran irigasi (lanjutan), dua rabat beton (lanjutan), jembatan penghubung, drainase dan pelatihan untuk kepala desa dan perangkat desa.

Sampai September 2017, dari dana Tahap I yang telah disalurkan, Desa Lumban Gaol telah merealisasikan sebesar 93 % yang digunakan untuk pembangunan saluran irigasi sepanjang 508 meter dan drainase sepanjang 136 meter.

Selain itu, dana desa dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, seperti peningkatan sarana dan prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa, Pelatihan Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Sesuai dengan karakteristik masyarakatnya sebagai petani, maka Dana Desa diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung pertanian. Pembangunan beberapa saluran irigasi seperti irigasi Siambat Dalan menuju Lobu Toba, irigasi Lumban Hasahatan, dan irigasi Balubu menuju Danau Toba direncanakan pada 2017 ini.

Saat ini seluruh lahan pertanian dapat digunakan secara produktif, tidak ada lagi lahan yang tergenang air. Pembangunan jembatan penyeberangan orang Sungai Aek Sibitara juga dilaksanakan untuk mempermudah akses penyeberangan masyarakat petani menuju areal pertanian (jembatan penghubung) yang selama ini sulit dijangkau karena harus melewati sungai.

Pembangunan infrastruktur lainnya berupa drainase lingkungan dan rabat beton agar tidak lagi terjadi banjir di pemukiman warga. Jalan-jalan desa diperbaiki sehingga kondisinya cukup baik dan dapat mempercepat jarak tempuh antar dusun dan melancarkan proses distribusi hasil pertanian ke kota Balige.

Jalan ini juga memudahkan akses jalan ke tempat wisata pantai yaitu pantai Landai dan Sunset Beach yang saat ini juga sedang dibenahi sarana dan prasarananya menggunakan dana CSR dan DAK Fisik bidang Pariwisata.

Di samping itu, dana desa juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa seperti pembuatan usaha industry rumah tangga rempeyek andaliman dan sasagun. Dibentuk Kelompok Usaha Kreatif Masyarakat (UP2K), Kelompok Usaha Bersama Nelayan, dan pembentukan delapan Kelompok Simpan Pinjam yang rencananya tahun depan akan dikembangkan menjadi BUMDesa.

Penggunaan Dana Desa telah meningkatnya hasil pertanian yang berdampak pada naiknya pendapatan perkapita dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan Dana Desa selama tiga tahun terakhir telah berhasil memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Apresiasi tak luput juga disematkan kepada pemerintah, karena dengan Dana Desa peningkatan pendapatan, perbaikan sarana prasarana, pemberian layanan publik dan kualitas hidup masyarakat Desa Lumban Gaol semakin meningkat.

Dengan berfokus pada pembangunan pertanian, masyarakat Lumban Gaol pada akhirnya menikmati pembangunan di semua bidang. Pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan, melalui penggunaan Dana Desa yang tepat dan menyentuh pada kualitas kehidupan masyarakat. Mauliate.

%d blogger menyukai ini: