Berjarak 5 km dari Kota Manna dan 144 km dari ibukota Provinsi Bengkulu, Desa Lubuk Sirih Ilir (LSI) tepatnya berada dalam wilayah Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Wilayah Desa SLI yang seluas 251 ha, terbagi menjadi 25 Ha tanah sawah, 65 ha tanah ladang, 100 ha tanah perkebunan, dan 62 ha lahan lainnya.

Penduduk desa LSI berjumlah 1.054 jiwa yang sebagian besarnya bermata pencaharian sebagai petani, buruh tani, dan pegawai perkebunan. Kearifan lokal Desa LSI dan tata laksana pemerintahan desa yang dipengaruhi adanya latar belakang agama serta kekeluargaan yang baik diharapkan akan membawa pola keteraturan yang positif, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan Dana Desa.

Sumber pendapatan Desa Lubuk Silih Ilir berasal dari transfer APBN (Dana Desa) sebesar Rp788 juta dan transfer APBD (Alokasi Dana Desa) sebesar Rp315 juta. Dari total penyaluran Dana Desa tahap I sebesar Rp 473 juta, telah direalisasikan sebesar Rp 408 juta.

Dalam pengelolaan keuangan desa, Desa Lubuk Sirih Ilir telah menggunakan Aplikasi SISKUDES sejak tahun 2016 dengan pembinaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pada tahun 2017, Desa Lubuk Sirih Ilir mendapat penghargaan tidak hanya sebagai Desa Terbaik tingkat Kabupaten Bengkulu Selatan, tetapi juga sebagai Desa Terbaik tingkat Provinsi Bengkulu. Prestasi ini sedikit banyak berkaitan dengan kesuksesannya dalam pelaksanaan Dana Desa, yaitu capaian prestasi tersebut berbanding lurus dengan capaian dalam pelaksanaan Dana Desa, baik di sisi penyaluran maupun realisasi.

Sejauh ini Dana Desa telah dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan Desa Lubuh Sirih Ilir. Keberhasilan pemanfaatan Dana Desa di Desa Lubuk Sirih Ilir ditunjukkan dari pemenuhan kebutuhan warganya di bidang pertanian, pendidikan dan kebudayaan, transportasi, dan kesehatan. Deret prestasi telah diukir dalam semangat dan upaya bersama untuk membangun Desa Lubuk Sirih Ilir.

Untuk pembangunan infrastruktur, penggunaan Dana desa difokuskan pada pembangunan sarana irigasi dan jalan desa. Pembukaan badan jalan sepanjang 280 meter dilaksanakan untuk mewujudkan sarana penghubung antar rumah tinggal penduduk desa yang berada di pelosok dan belum memiliki akses memadai ke jalan
utama desa.

Sementara itu, pembangunan sarana irigasi sepanjang 123 meter dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Lubuk Silih Ilir yang mayoritas adalah petani sehingga mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan warga desa.

Penggunaan Dana Desa juga dilakukan dalam peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan, antara lain dilakukan melalui penyediaan buku–buku untuk siswa Sekolah Dasar (SD) setempat. Ini menunjukkan peran Dana Desa yang dalam upaya membangun budaya membaca sejak dini.

Pembangunan Pos Kesehatan (Poskes) desa jiuga digulirkan sebagai sarana kegiatan bidang kesehatan untuk penduduk desa, di antaranya berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan bergizi bagi balita, penyuluhan kesehatan kepada penduduk, dan kegiatan dasawisma.

Kesuksesan pemanfaatan Dana Desa di Desa Lubuk Sirih Ilir ditunjukkan dari pemenuhan kebutuhan warga di bidang pertanian, pendidikan dan kebudayaan, transportasi, dan kesehatan. Dalam semangat dan upaya bersama segenap perangkat dan warga untuk membangun Desa Lubuk Sirih Ilir yang maju dan sejahtera. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaan Dana Desa.

%d blogger menyukai ini: