Lembang Lea, sebuah desa kecil yang merupakan salah satu dari 15 Lembang/Kelurahan di dalam wilayah Kecamatan Makale yang terletak 5 km ke arah timur dari ibukota Kecamatan Makale. Lembang Lea mempunyai luas wilayah ± 9.200 m2.

Penggunaan tanah di Lembang Lea sebagian besar diperuntukkan untuk tanah pertanian sawah dan perkebunan sedangkan sisanya dijadikan hutan bambu dan tanaman kayu-kayuan. Tanah kering dijadikan sebagai pemukiman penduduk, bangunan, dan fasilitas lainnya.

Tak heran jika sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan sebagian lainnya memilih menjadi nelayan ikan air tawar.

Sumber Dana Desa berasal dari Dana Lembang (APBN), Alokasi Dana Lembang (APBD), Bagian dari hasil Pajak dan Retribusi Daerah, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan porsi masing-masing sebesar Rp 761,95 juta dari APBN, Rp450 juta dari APBD, Rp1,84 juta dari Bagian dari Hasil Pajak dan Retribusi Daerah, dan Rp8 juta dari PAD.

Tahun 2017, Dana Desa Lembang Lea dialokasikan untuk dua bidang utama, yaitu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk bidang pembangunan terdiri dari 4 kegiatan, yaitu peningkatan jalan dusun (rabat beton), perintisan jalan untuk pariwisata, peningkatan sumur umum, serta jaringan perpipaan saluran air bersih.

Salah satu kegiatan peningkatan jalan dusun adalah pembangunan jalan beton yang menghubungkan Ropo’-Babangan-Rante sepanjang 390 meter dengan tujuan untuk memperlancar barang dan penduduk yang sebelumnya merupakan jalan berbatu terjal.

Kondisi jalan yang selama ini kurang memadai menyebabkan penduduk desa kesulitan dalam mengangkut hasil produksi, terutama hasil pertanian dan perkebunan untuk dipasarkan atau diolah lebih lanjut.

Di samping itu, lokasi Lembang Lea yang berbatasan dengan tujuan wisata juga membutuhkan akses jalan yang baik sehingga penduduk desa dapat menikmati keberadaan lokasi wisata Buntu Burake, sekaligus memasarkan hasil kerajinan made in desa Lembang Lea untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Pembangunan lain yang didanai dengan Dana Desa adalah pembuatan bak penampungan air serta pembuatan sistem penyaluran dari bak penampung ke seluruh warga. Luas bak penampung air adalah 18 x 6 meter persegi berlokasi di Kampung Babangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Lembang Lea dan sebagian dimanfaatkan oleh penduduk sekitar.

Kebutuhan vital masyarakat adalah air bersih yang diperoleh dari sumber mata air setempat. Pada kesempatan tertentu dengan kondisi mata air yang mengecil, maka perlu diatur penggunaan air. Dengan demikian diperlukan suatu usaha untuk membuat saluran air dari sumbernya menuju rumah penduduk.

Distribusi air bersih dilakukan dengan membangun saluran air menggunakan pipa yang dilakukan oleh lembang bersama seluruh masyarakat agar masyarakat dapat menikmati air bersih dengan baik.

Di dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Dana Desa dialokasikan untuk penguatan modal BUMDes, pengembangan usaha ekonomi produktif, peningkatan kapasitas masyarakat, pelatihan bagi aparat desa serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam pelestarian sumber mata air dan pemanfaatan kebun rakyat.

Pembangunan Badan Usaha Milik Desa diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, untuk itu didirikanlah BUMDes Lea. Melalui BUMDes ini, telah dirintis pelatihan bagi ibu-ibu dan remaja untuk membuat kerajinan tangan yang dipasarkan di daerah wisata Buntu Burake.

Kegiatan ini telah berlangsung sekitar 21 bulan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten di Lembang Lea dalam memberikan bimbingan dan pelatihan. Hasil kerajinan antara lain tas, baju dan souvenir dengan motif khas Toraja.

Potensi ekonomi lain yang sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik adalah kegiatan pengolahan pakan ternak yang sudah dapat dipasarkan ke luar Kabupatan Tana Toraja dan memiliki konsumen tetap. Hal yang positif dalam produksi pakan ternak adalah penggunaan salah satu bahan yang justru menjadi musuh petani, yaitu keong sawah (keong emas) sebagai bahan baku protein yang berasal dari daging keong dimaksud serta pemenuhan kalsium dari cangkangnya.

Kontribusi Dana Desa dalam pembangunan di desa Lembang Lae sungguh sangat besar dengan tidak mengesampingkan peran besar aparatur desa serta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat desa.

Pemilihan pemanfaatan Dana Desa untuk keperluan yang vital bagi masyarakat seperti kebutuhan air tentunya sangat tepat. Dengan sinergi masyarakat, aparat desa, dan tepatnya sasaran penggunaan Dana Desa memberikan nilai lebih yang sangat bermanfaat.

%d blogger menyukai ini: