Krejengan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Memiliki luas wilayah 156.656 Ha yang terdiri dari 85.897 Ha tanah sawah dan 70.759 Ha tanah kering. Desa ini berada pada ketinggian 10 s.d 50 meter di atas permukaan air laut dan beriklim tropis dengan curah hujan 1.279 mm/tahun.

Penduduk Desa Krejengan berjumlah 2.104 jiwa yang tersebar hampir merata di seluruh wilayah desa dengan tingkat kepadatan sekitar 860 jiwa/km2. Jumlah rumah tangga desa tersebut sebanyak 744 RT. Rasio jumlah penduduk laki-laki dibanding perempuan mendekati proporsi 1:1 atau jumlah laki-laki sebanyak 1.017 jiwa dan perempuan sebanyak 1087 jiwa. Komposisi usia penduduk di dominasi oleh kelompok usia muda yang terdiri dari 67% usia produktif.

Mata pencaharian penduduk desa Krejengan adalah sebagai petani, buruh tani, pedagang, pegawai negeri, TNI/Polri, wirausahawan dan pekerja/buruh industri dan bidang jasa. Tingkat kesejahteraan penduduknya mencapai 9,6% keluarga prasejahtera, 24,7% keluarga sejahtera tingkat I, 48% keluarga sejahtera tingkat II, 17% keluarga sejahtera tingkat III dan 0,8% keluarga sejahtera tingkat III plus Rp 13,8 juta.

Untuk tahun 2017, Desa Krejengan mempunyai total pendapatan sebesar Rp1,01 milliar dengan porsi Dana Desa (APBN) Rp781 juta dan Alokasi Dana Desa (APBD) Rp304 juta.

Salah satu fokus penggunaan Dana Desa adalah peningkatan kompetensi masyarakat khususnya masyarakat miskin melalui berbagai jenis pelatihan baik peningkatan keahlian maupun ketrampilan. Pelatihan market place, pembuatan berbagai jenis kue dan makanan ringan, pelatihan komputer, pelatihan pengelolaan perpustakaan dan sebagainya.

Dengan potensi kapasitas desa, banyak pihak ketiga yang berminat untuk melakukan kerja sama dengan Desa Krejengan ini, baik di bidang penerapan teknologi, pemberdayaan masyarakat, maupun kerjasama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan desa.

Beberapa kerjasama tersebut di antaranya seperti kerja sama dengan Coca Cola Foundation dalam pengembangan perpustakaan desa, kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dalam bidang pembinaan perpustakaan desa, dan kerja sama dengan Dinas Informasi, Statistik dan Komunikasi dan Sekolah Tinggi Teknik Nurul Jadid Paiton dalam bidang penerapan pelayanan desa berbasis IT, kerja sama dengan BRI (Persero) dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat melalui fasilitasi KUR dan pendirian BUMDes, serta kerja sama dengan BUKALAPAK dalam bidang pembinaan strategi pemasaran online bagi para pelaku usaha.

Peningkatan kompetensi juga dilakukan melalui pembangunan perpustakaan desa. Perpustakaan ini memberikan banyak manfaat kepada masyarakat sebagai pusat informasi dan pengembangan diri. Dari berbagai bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan, masyarakat bisa mengembangkan dirinya maupun usahanya dan terbukti banyak masyarakat Desa Krejengen yang dulunya hanya sebagai kuli bangunan saat ini telah menjadi peternak yang sukses.

Dari sisi pembangunan fisik, pemanfaatan Dana Desa terlihat pada pembangunan rumah layak huni yang ditujukan untuk peningkatan kenyamanan hunian bagi warga miskin.

Keberhasilan Desa Krejengan terlihat dengan keberhasilannya mendapatkan anugerah Desa Sadar Hukum di tahun 2017. Anugerah tersebut Merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Probolinggo yang telah memenuhi kualifikasi didalam keberhasilan; 1) Mengurangi tingkat kriminalitas, 2) Meningkatkan kesadaran masyarakat didalam memenuhi kewajiban membayar pajak, 3) Mengurangi pernikahan anak di bawah umur 4) Meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan kelestarian lingkungan dan 5) Meminimalisir penyalahgunaan narkoba.

Maksimalnya peran Lembaga Keswadayaan Masyarat sebagai mitra Pemerintah Desa, partisipasi masyarakat dalam berbagai forum strategis baik Musyawarah Dusun (Musdus) hingga Musyawarah Desa (Musdes), serta dukungan semua unsur masyarakat membantu mewujudkan sinergi bersama dalam pemanfaatan Dana Desa.

Desa Krejengan menjadi salah satu desa yang mampu mengelola dana desa secara optimal hingga masyarakat miskin pun ikut merasakan hasilnya dengan peningkatan aktivitasnya sehari-hari. Taraf kesehatan dan tingkat pendidikan yang semakin meningkat terbukti berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih berdaya. Sebagaimana yang dilakukan pada Desa Krejengan, dana desa juga mampu dikelola secara optimal pada sektor peningkatan kompetensi masyarakat.

%d blogger menyukai ini: