Jalan menuju Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, masih berupa jalan kuning yang belum diaspal. Kiri kanan jalan tampak rimbun dengan hijaunya dedaunan.

Pepohonan di desa tersebut didominasi oleh pohon kelapa sawit. Memasuki desa, tampaklah rumah-rumah penduduk yang sebagian masih berupa rumah panggung.

Menurut Pj. Kepala Desa Kampung Pulau, desa ini telah berdiri sejak zaman Kesultanan Indragiri. Hal ini ditandai dengan banyaknya makam para raja dan keluarga kerajaan yang pernah memimpin Indragiri yang sekarang menjadi situs sejarah di desa tersebut.

Desa ini dulunya juga pernah menjadi tempat persembunyian para pejuang sekaligus tempat menyusun strategi perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda dan Jepang.

Pada masa ini Desa Kampung Pulau dipimpin oleh penghulu kampung dengan sistem wilayah Kepenghuluan. Sejak tahun 1972 hingga sekarang, sistem wilayah Kampung Pulau berubah menjadi sebuah desa dan dipimpin oleh seorang kepala desa.

Desa Kampung Pulau memiliki luas wilayah 3.600 ha yang terdiri dari 3 dusun, 6 RW, dan 12 RT. Jumlah penduduknya sebanyak 3.383 jiwa dengan mata pencaharian rata-rata sebagai petani, nelayan, pedagang, pekebun atau pekerja perkebunan, pegawai swasta, dan pegawai negeri sipil.

Beberapa penduduk memiliki industri rumahan dengan produk khasnya keripik bawang dan keripik pisang yang dikenal sebagai makanan oleh-oleh khas Rengat.

Keuangan Desa disampaikan secara transparan. Hal ini antara lain terlihat dari pemasangan baliho di halaman balai desa yang memuat informasi lengkap mengenai APBDes. Pada tahun 2017, Desa Kampung Pulau mendapat Dana Desa sebesar Rp 824 juta.

Pada Tahap I digulirkan Dana Desa sebesar Rp494 juta (60%) dan digunakan bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan semata, tetapi juga untuk masyarakat. Perangkat desa merasa perlu memperkuat peran BUMDes melalui penyertaan modal untuk mendorong sektor ini, dan dananya diambil dari Dana Desa.

Dengan kuatnya BUMDes diharapkan agar masyarakat terhindar dari penjualan hasil kebun atau perikanannya kepada tengkulak. Ketimbang dijual ke tengkulak dengan harga yang tidak layak, hasil sawit dapat dijual ke BUMDes yang akan membelinya dengan menggunakan Dana Desa.

Dengan adanya Dana Desa, Desa Kampung Pulau sangat terbantu dalam pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang aktivitas warga. Sebagaimana disampaikan oleh Pj. Kepala Desa, sebelum adanya dana desa pada tahun 2015, banyak infrastruktur desa yang tidak layak untuk digunakan oleh masyarakat. Sebagai contoh adalah banyaknya jembatan yang masih semi permanen dan jalanan yang rusak.

Letak Desa Kampung Pulau di tepi Sungai Indragiri menjadikan ketiga dusunnya terpisah satu sama lain oleh aliran anak sungai. Kehadiran jembatan penghubung merupakan salah satu infrastruktur vital yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

Dulu, jembatan penghubung antardusun banyak yang tidak layak untuk dilewati karena bangunannya yang semipermanen dan tidak dilengkapi dengan pagar pengaman di sisi jembatan. Setelah mendapatkan alokasi dana desa, jembatan yang rusak tersebut diperbaiki dan dibangun secara permanen.

Selain jembatan, jalanan di Desa Kampung Pulau pada awalnya berada pada kondisi yang sama. Jalan desa sebagian besar masih berupa tanah dan mudah berlubang apabila musim hujan. Setelah mendapatkan bantuan dana desa, jalanan tersebut satu per satu mulai disemen sehingga tidak lagi menghambat aktivitas warga.

Setali tiga uang dengan perbaikan infrastruktur, perekonomian warga pun turut menggeliat dengan hadirnya sentra industri rumah tangga berupa usaha kelompok dan perorangan di bidang bisnis makanan berupa keripik bawang, keripik pisang, dan kue-kue kering yang penjualannya sudah menjangkau ke sejumlah daerah di luar kecamatan dan kabupaten.

Aneka keripik memang merupakan produk unggulan Desa Kampung Pulau. Pemilik Industri Rumah Tangga “Putri Bungsu” menyatakan bahwa sebelum dibangunnya jalan semenisasi dan jembatan permanen dengan Dana Desa, tidak ada orang dari kota yang datang ke Kampung Pulau untuk membeli keripik bawang ataupun keripik pisang.

Dulu ia harus membawa produk ini berdua istri ke pasar di kota. Saat ini dengan bagusnya akses ke Desa Kampung Pulau, para pedagang dari pasar bahkan beberapa wisatawan sendiri berdatangan langsung ke desa untuk membeli hasil industri rumah ini.

Pada prinsipnya, Pj. Kepala Desa Kampung Pulau memiliki keyakinan bahwa apabila dana desa dikelola dengan baik dan optimal maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Yang penting, katanya, Dana Desa harus dikelola dengan hati agar tak masuk bui, serta aparat desa pun perlu menjalankan amanah agar menjadi berkah, bukan musibah.

Manis gurihnya keuntungan yang bisa diraup dari industri rumahan aneka keripik di Desa Kampung Pulau menjadi berkurang ketika ternyata keripik ini masih harus menempuh perjalanan panjang menemui konsumennya. Kini dengan Dana Desa, Desa Kampung Pulau berfokus pada pembangunan infrastruktur, untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan desa.

Hasilnya, justru pembeli yang berdatangan mengambil produk keripik tersebut, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual kembali. Penguatan BUMDes dengan Dana Desa juga membuat warga terhindar dari transaksi jual beli hasil kebun atau perikanan yang cenderung merugikan dengan tengkulak.

%d blogger menyukai ini: