Desa Jenarsari terletak di sudut Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan 3 desa dari 3 kecamatan yakni Desa Caruban Kecamatan Ringinarum di sebelah selatan, Desa Montongsari Kecamatan Weleri di sebelah barat, kemudian ada Desa Wonotenggang Kecamatan Rowosari di sebelah barat laut.

Jumlah penduduknya sebanyak 2.359 jiwa, dengan tingkat pendidikan bervariasi mulai dari TK/Play Group sampai dengan perguruan tinggi. Salah satu potensi wilayah desa tersebut ialah tanah di Desa Jenarsari sangat produktif untuk bercocok tanam. Dalam tempo satu tahun, petani bisa mengolah tanah hingga tiga kali tanam dengan menyesuaikan musim tanam di masyarakat.

Desa Jenarsari terbagi dalam 3 (tiga) dukuh yaitu Jenarsari Utara, Jenarsari Tengah dan Jenarsari Selatan. Luas wilayah desa Jenarsari adalah 234,185 Ha. Jarak ke kecamatan sepanjang 13 Km dan jarak ke ibukota kabupaten Kendal adalah 15 Km.

Selama beberapa tahun terakhir, porsi Dana Desa yang didapatkan oleh Desa Jenarsari meningkat. Untuk tahun 2017, Desa Jenarsari memperoleh Dana Desa sebesar Rp 1,13 Milliar. Berkat Dana Desa, Jenarsari menjadi salah satu desa yang direkomendasikan Pemerintah Kabupaten Kendal karena dinilai sukses memanfaatkan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pemanfaatan Dana Desa yang sangat tampak nyata adalah perkerasan jalan usaha tani Infrastruktur Pertanian khususnya Jalan Usaha Tani yang merupakan salah satu komponen dalam subsistem hulu yang diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan pertanian yang fundamental.

Jalan usaha tani atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan), serta untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan, atau pasar.

Sebelum adanya Dana Desa, sebagian besar jalan usaha tani masih berupa tanah atau berlapis kerikil. Namun setelah ada Dana Desa beberapa tempat sudah tersedia jalan usaha tani yang di perkeras dengan batu dan rabat beton.

Sehingga setelah ada pengembangan jalan usaha tani, petani di Desa Jenarsari merasakan manfaatnya antara lain mempercepat transportasi sarana usaha tani dan alat mesin pertanian dari kawasan permukiman (dusun dan desa) menuju lahan usaha tani, mempercepat pengangkutan produk pertanian dari lahan usaha menuju sentra pemukiman, pemasaran dan pengolahan hasil pertanian, mengurangi biaya/ ongkos transportasi sebagai komponen biaya usaha tani.

Pemanfaatan Dana Desa selanjutnya adalah pembangunan senderan/talud jalan usaha tani. Selain keras, jalan usaha tani perlu ditopang dengan senderan/talud yang kuat agar jalan kokoh dan kestabilan tanah terjaga.

Selain itu senderan/talud juga berfungsi sebagai pendukung jalur irigasi yang mengalirkan air ke lahan persawahan. Dengan dibangunnya senderan/talud jalur irigasi menggunakan Dana Desa, pasokan air ke lahan pertanian Desa Jenarsari akan terpenuhi.

Melalui pembangunan infrastruktur pertanian berupa jalan usaha tani maupun senderan/talud yang dibangun sebagai hasil dari pemanfaatan Dana Desa yang baik, Desa Jenarsari kian tumbuh menjadi desa yang maju baik secara perekonomian maupun diliat dari taraf hidup masyarakat setempat.

%d blogger menyukai ini: