Desa Ciuyah Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang terletak di sebelah Timur Laut ibu kota Kabupaten Sumedang. Jarak dari Kota Sumedang kurang lebih 7 kilometer.

Secara geografis batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Desa Cibeureum, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bantar Mara, sebelah timur berbatasan dengan Desa Cimara, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Cisarua.

Desa tersebut diberi nama Ciuyah, karena disana terdapat sumber air yang rasanya asin. Uyah dalam bahasa sunda artinya garam, garam rasanya asin. Memang agak aneh di daerah pegunungan terdapat sumber air yang rasanya asin.

Wilayah Desa Ciuyah meliputi luas kurang lebih 239,56 Ha. Wilayah ini terdiri dari tanah sawah seluas 71,00 Ha, tanah kering seluas 152,00 Ha dan tanah fasilitas umum seluas 16,56 Ha.

Tanah sawah terdiri dari sawah irigasi setengah teknis dan sawah tadah hujan. Tanah kering berupa tanah tegal/ladang, tanah pemukiman, dan tanah pekarangan.

Sedangkan tanah fasilitas umum berupa tanah bengkok, perkantoran pemerintah, ruang publik/taman kota, tempat pemakaman desa/umum, bangunan sekolah, dan jalan.

Jumlah penduduk Desa Ciuyah sebanyak 3.054 orang, sedangkan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.041 KK, dengan kepadatan penduduk 1.369,51 per km2. Mata pencaharian pokok warga bervariasi seperti petani, buruh tani, pedagang, PNS, karyawan perusahaan swasta, wiraswasta, dan lain-lain.

Desa Ciuyah dipimpin oleh seorang Kepala Desa (Kades), bahasa setempat menyebutnya “Kuwu”, yang saat ini dijabat oleh Suharja, dibantu Sekretaris Desa (Sekdes), Jajang. Kepala Desa Ciuyah membawahi 3 (tiga) dusun/lingkungan, 7 Rukun Warga (RW) dan 15 Rukun Tetangga (RT).

Sumber pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Ciuyah tahun 2017, sebagian besar atau 52% disumbang oleh Dana Desa, diikuti oleh Alokasi Dana Desa (30%), dan Bantuan Keuangan Pemerintah atasan/Bantuan Provinsi (11%).

Sedangkan sisanya bersumber dari Pendapatan Asli Desa, Bagi Hasil Pajak Kabupaten dan Bagian dari Retribusi Kabupaten. Desa Ciuyah merupakan desa yang mengelola keuangannya dengan baik dibandingkan dengan desa lain di Kabupaten Sumedang.

Dana Desa di Desa Ciuyah digunakan untuk pembangunan fisik dan non fisik. Untuk pembangunan fisik di antaranya Pengerasan jalan desa dengan cara dicor beton sepanjang 887 meter dengan lebar jalan 4,27 meter.

Jalan tersebut semula hanya diperkeras dengan batu-batu. Pekerjaan pengerasan jalan ini dilakukan secara swakelola/gotong-royong masyarakat desa. Pembangunan lainnya yaitu, Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Awiluar dengan dimensi 22x 2,4×0,3.

Selanjutnya Dana Desa juga digunakan untuk perbaikan saluran irigasi desa; bedah rumah untuk rumah warga desa yang tidak layak huni; serta bantuan pembangunan dan renovasi masjid di beberapa Dusun.

Hal yang paling menarik, Dana Desa juga dimanfaatkan untuk penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Oleh BUMDes dana tersebut digunakan untuk pembangunan gudang penyimpanan pupuk sementara, guna disewakan sebelum pupuk tersebut sampai ke petani.

Selebihnya dari Dana Desa tersebut oleh BUMDes juga digunakan untuk membeli mesin molen pengaduk semen untuk disewakan kepada warga yang memerlukan.

Kemudian BUMDes juga memanfaatkan dana tersebut untuk pengelolaan air bersih bagi warga desa dengan uang pendaftaran pemasangan pertama sebesar Rp400 ribu dan iuran bulanannya sebesar Rp3 ribu per meter kubik. Air bersih tersebut dapat dinikmati oleh sekitar 300 kepala keluarga.

Untuk dana desa tahap kedua kepala desa berencana akan melanjutkan pengerasan jalan desa sepanjang 470 meter dengan lebar 3,00 meter. Selain itu akan membuat lagi tembok penahan tanah di Dusun Bunut Kaler dengan dimensi 36x3x0,30 serta melanjutkan perbaikan saluran air untuk sawah warga.

Penyaluran Dana Desa ini, memberikan dampak yang dapat dinikmati baik secara langsung maupun tidak langsung oleh seluruh warga, terutama dalam hal perbaikan tingkat perekonomi warga karena warga desa yang ikut serta dalam pembangunan tersebut mendapat upah dari pekerjaannya.

Selain itu, pengerasan jalan memudahkan warga untuk menjual hasil bumi berupa pertanian dan perikanan. Perbaikan jalan memungkinkan para tengkulak untuk membeli hasil pertanian atau perikanan warga dengan langsung mendatangi mereka.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan petani karena mereka tidak harus mengantar langsung hasil bumi mereka ke tempat penjualan atau pasar sehingga dapat menghemat biaya transportasi.

Perbaikan saluran irigasi juga membuat petani di Desa Ciuyah dapat tersenyum lebar karena petani bisa panen tiga kali dalam setahun. Selain digunakan untuk mengairi sawah, irigasi juga digunakan warga untuk mengairi kolam/empang yang pada umumnya digunakan untuk memelihara ikan mas, ikan lele, ikan gurame, nila, dan ikan koi.

Pengelolaan sarana air bersih oleh BUMDes, sangat membantu warga desa karena air bersih sangat dibutuhkan untuk mandi, mencuci, dan buang air. Yang tak kalah penting adalah iuran untuk pengelolaan sarana air bersih tersebut yang sangat murah dan terjangkau oleh warga.

Menurut warga setempat, dana desa tersebut sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan desa serta masyarakatnya dalam banyak hal. Demikian Desa Ciuyah menorehkan prestasi pengelolaan Dana Desa yang bersih, sehingga berdampak secara optimal bagi masyarakatnya.

Penyaluran Dana Desa yang membuat warga Desa Ciuyah bergembira. Dengan adanya pembangunan infrastruktur di desa seperti pengerasan jalan desa yang dilaksanakan secara swakelola dan pembangunan penahan tanah oleh masyarakat setempat.

Pembangunan desa menambah penghasilan warga, karena warga desa yang ikut serta dalam pembangunan tersebut mendapat upah dari pekerjaannya. Sedangkan dampak pembangunan lainnya, tentu saja meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya.

%d blogger menyukai ini: