Lapangan sepak bola di daerah perdesaan biasanya memiliki fasilitas seadanya, berdebu, tanpa rumput atau tiang gawang yang tak terawat. Hal itu berbeda dengan kondisi lapangan sepak bola di Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Desa ini memiliki lapangan sepakbola yang memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA)

Sarana olahraga rakyat yang diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti ini terlihat begitu terawat dengan rumput hijaunya yang tumbuh rapi merata. Pemerintah Desa Cisayong rupanya punya inisiatif sendiri, yakni menata lapangan seluas 93 x 54 meter tersebut dengan jenis rumput yang sudah memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA).

Nama Inovasi Lapangan Sepak Bola Standar FIFA
Pengelola Pemerintah Desa Cisayong
Alamat Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Kontak Yudi Cahyudin (Kepala Desa)
Telepon +62-813-2153-7878A

Rumput lapangan yang digunakan berasal dari Eropa dari jenis Zoysia matrella (ZM). Jenis rumput ini masuk dalam kategori kualitas tinggi dengan kerapatan, elastisitas, kemampuan menahan beban, pemulihan diri, dan perakarannya yang sempurna, sehingga bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Inisiatif itu dilakukan sebagai salah satu perwujudan program Nawacita, ‘Ayo Bangun Desa’ melalui sektor olahraga dengan membangun satu lapangan olahraga di tiap desa. Pembangunan sarana olahraga di desa ini sesuai dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018, dan sudah mendapat persetujuan dari semua unsur masyarakat

Ditambahkan Yudi, seluruh sokongan dananya bersumber dari dana desa APBN Tahun Anggaran 2018 termasuk bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Total dana untuk pembangunan TPT lapangan, perataan tanah, drainase, water sprinkle system, pasir dan pagar, sebesar Rp 1,4 Miliar.

Sedangkan untuk biaya perawatan lapangan, Pemerintah Desa Cisayong mengalokasikan dana sebesar Rp 5 juta per bulan, yang meliputi biaya listrik, penyiraman, pemotongan, dan pemupukan rumput. Proses pembangunannya sendiri masih terus berlanjut termasuk kelengkapan sarana olahraga lainnya seperti jogging track dan tribun lapangan.

Pemerintah Desa Cisayong berharap lapangan tersebut akan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Tak sekadar digunakan sebagai tempat melepas penat, rekreasi dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi pemicu gerakan ekonomi masyarakat. Lapangan ini juga disewakan untuk masyarakat umum, dengan biaya sebesar Rp 500 ribu sekali main.

Lapangan Bola Lodaya Sakti yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Kota Tasikmalaya ini, menurutnya, bisa digunakan oleh siapa pun. Urusan sewa lapangan sementara ini diurus oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Sakti Lodaya. Lalu, khusus untuk pembinaan generasi muda, baik sekolah sepak bola atau even turnamen liga akan diurus oleh Sakti Lodaya Foundation.

Lapangan Bola Lodaya Sakti menjadi ikon Desa Cisayong. Ke depan, lapangan ini mampu mencetak pemain-pemain handal untuk kemajuan dunia persepakbolaan tanah air.

%d blogger menyukai ini: