Panorama indah berupa hamparan pantai di sepanjang sisi jalan dengan aroma laut yang khas disertai udara yang hangat merupakan suguhan yang tersaji saat memasuki Desa Cireundeu, sebuah desa yang terletak 170 km dari kota Rangkasbitung ibukota Kabupaten Lebak.

Desa Cireundeu merupakan bagian dari Kecamatan Cilograng yang merupakan pemekaran dari Desa Cibareno sesuai Perda Nomor 3 tahun 2006. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 779.93 Ha dengan 2.139 penduduk, terdiri dari 1.111 laki-laki dan 1.028 perempuan yang terhimpun dalam 670 KK.

Secara geografis, Desa Cireundeu berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di sebelah selatan. Sedangkan pada sebelah utara, timur, dan barat, berturut-turut Desa Cireundeu berbatasan dengan Desa Pasir Bungur, Desa Cibareno, dan Desa Cilograng.

Pada tahun 2017, Desa Cireunde memperoleh alokasi dana desa sebesar Rp 778 juta. Kepala Desa Cireundem Herdiana, S.T, menjelaskan bahwa Dana Desa sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cireundeu. Dana yang telah diterima sejak tahun 2015 tersebut dikelola dalam berbagai bidang seperti bidang ekonomi, pertanian/perkebunan, perikanan, olah raga, kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Prioritas utama penyaluran Dana Desa 2017 digunakan untuk sarana perbaikan jalan. Terlihat dari total Dana Desa sebesar Rp778,3 juta telah dialokasikan sebesar Rp 329 juta untuk pembangunan rabat beton dengan panjang 2,5 km yang menghubungkan Kampung Pasir Muncang sampai dengan Kampung Lebak Koneng.

Keberadaan jalan desa ini sangat penting karena mampu menghubungkan titik-titik ekonomi Desa Cireunde. Dengan mobilisasi hasil panen dan pemasaran produk yang semakin lancar, diharapkan biaya produksi menjadi lebih hemat dan ekonomis.

Lebih jauh, untuk semakin menggerakkan perekonomian, Desa Cireundeu membentuk BUMDes Tirta Kahirupan yang memberdayakan potensi masyarakat lokal. Pada tahun 2016, BUMDes mendapatkan penyertaan modal yang berasal dari Dana Desa sebesar Rp 150 juta untuk beragam bidang usaha seperti pengelolaan air laut menjadi air minum, penanaman pohon pisang di atas lahan seluas 20 Ha, pembangunan tempat pelelangan ikan dan pembelian perahu, serta mempercantik potensi wisata pantai untuk menarik wisatawan lokal dan internasional.

Pengelolaan air laut menjadi air minum sangat membantu warga dalam penyediaan air bersih dengan harga yang sangat terjangkau. Hal penting lainnya adalah pembukaan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Desa Cireundeu melalui pengembangan usaha perkebunan pisang dan tempat pelelangan ikan yang sangat membantu warga yang berprofesi sebagai nelayan.

Selain program pembangunan infrastruktur dan BUMDes, Dana Desa juga digunakan dalam pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dengan biaya sebesar Rp 40 juta. Kegiatan ini dilakukan dengan melakuan renovasi rumah yang berasal dari hibah masyarakat menjadi Poskesdes yang diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan serta meningkatkan kesehatan bayi dan balita.

Selain itu, Dana Desa juga digunakan dalam kegiatan rohani untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Untuk pemberdayaan masyarakat, Dana Desa turut andil dalam penguatan kegiatan PKK, revitalisasi karang taruna, revitalisasi LPM/KPM, kelompok pertanian dan Posyandu sejak tahun 2015-2017.

Berdasarkan hal terebut, terlihat bagaimana Dana Desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah sangat membantu dalam meningkatkan taraf hidup warga desa. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya mencakup pembangunan fisik, namun juga peningkatan layanan kesehatan warga desa serta pembangunan mental spiritual masyarakat.

Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) Desa Cireundeu sebesar 0,599 dari tahun sebelumnya. Angka tersebut telah melebihi nilai IDM rata-rata secara nasional sebesar 0,566.

Keberhasilan Desa Cireundeu telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Berbagai prestasi pun berhasil dicapai seperti menjadi juara I Lomba Desa se-Kabupaten Lebak sekaligus mewakili ke tingkat Provinsi Banten. Pada akhirnya, integritas dan kompetensi yang baik dari Kepala Desa dan para perangkat desa menjadi hal penting dalam keberhasilan pelaksanaan program desa.

Dukungan dan kerja keras seluruh warga serta inovasi dan kreatifitas dalam mencari terobosan bagi pengembangan desa membuat peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga desa menjadi sebuah keniscayaan.

Optimalisasi berbagai program prioritas pada Desa Cireunde seperti pembangunan infrastruktur, pos kesehatan, maupun program bimbingan rohani yang dipilih mampu membuat masyarakat tumbuh semakin berkembang. Kreativitas masyarakat dalam memutar roda perekonomian menjadi kian semarak berkat dorongan dari dana desa.

%d blogger menyukai ini: