Bukan hanya disalurkan untuk pemerataan pembangunan, Dana Desa juga memainkan peran untuk menjaga keutuhan NKRI. Daerah-daerah perbatasan yang jarang tersentuh kebijakan pemerintah, mulai mampu merasakan hadirnya negara pada tanah mereka. Apalagi kenikmatan negara tetangga begitu menggoda.

Kemudahan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, hingga akses kesehatan dan pendidikan yang tersedia, akan menghipnotis anak-anak di tapal batas negara. Potensi emigrasi warga di perbatasan, harus diantisipasi secepatnya. Dana Desa yang akan disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan warga, menjadi penawar kenikmatan negeri tetangga dengan segala keistimewaannya.

Itulah kegairahan yang ingin diluapkan oleh aparat Desa Binalwan. Dana desa yang diperoleh, akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi setiap kebutuhan warga indonesia di batas negara. Jangan sampai setapak pun mereka meninggalkan tanah tercinta. Negara tempat kelahirannya.

Desa Binalawan berada di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik Barat berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia Timur. Desa Binalawan memiliki luas 3.704 Ha. Hampir seluruh wilayah Sebatik, memiliki topografi berkontur pegunungan. Sedangkan Desa Binawalan berada di ketinggian dari permukaan laut kurang lebih 0-500 meter dengan tofografi dataran rendah.

Desa Binalawan mempunyai pertumbuhan penduduk setiap tahun yang cukup signifikan. Berdasarkan data pada tahun 2016 jumlah penduduk Desa Binalawan berjumlah 2.333 jiwa, bila dibandingkan tahun 2014 jumlah penduduk Desa Binalawan hanya berjumlah 2.102 jiwa yang terbagi dalam 11 Rukun Tetangga (RT).

Pesatnya pertumbuhan penduduk ini, perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas-fasilitas dasar seperti kesehatan, pendidikan dan perekonomian. Hal ini perlu dilakukan agar ancaman disintegrasi bangsa dari daerah perbatasan, dapat diredam dengan baik.

Pada tahun 2017 ini, Desa Binalawan memperoleh dana sebesar Rp 1,07 Miliar dengan rincian Dana Desa (APBN) sebesar 821,9 juta dan Alokasi Dana Desa (APBD) 253,89 juta.

Dana tersebut dikelola untuk membiayai 29 kegiatan yang dalam bidang Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Secara keseluruhan, masyarakat desa di Desa Binalawan sudah sangat terbantu dengan adanya beberapa bukti nyata hasil pengelolaan Dana Desa, seperti perbaikan jalan yang rusak, penyediaan air bersih, perbaikan posyandu, dan prasarana penunjang pendidikan.

Bukti-bukti tersebut, menjaga seluruh warga untuk tetap menjaga merah putih di dada. Adapun beberapa penyaluran Dana Desa di antaranya untuk peningkatan kualitas jalan pada 11 RT. Jalan-jalan perumahan yang awalnya berlubang, dan berlumpur saat hujan mengguyur, kini mulai diperbaiki secara simultan.

Selain itu, dana desa juga digunakan untuk kegiatan penyediaan air bersih. Sebagai daerah pulau, maka akses terhadap air bersih sangatlah terbatas dan hanya mengandalkan penampungan air hujan. Hal inilah yang kemudian ditangkap segenap aparat Desa Binalwan untuk meluncurkan proyek pengadaan profil tanki air. Sebanyak 140 unit tanki air dibagikan pada warga masyarakat untuk digunakan menampung air hujan.

Beberapa kegiatan yang bersumber dari Dana Desa tersebut, menjadi salah satu bentuk komitmen negara untuk mensejahterakan seluruh warganya. Termasuk mereka yang tinggal di perbatasan negeri. Semoga Dana Desa dapat terus mengalir untuk menjaga keutuhan NKRI.

Melihat Desa Binalawan, Dana Desa menjadi simbol hadirnya negara pada tapal batas negeri, terutama dalam peningkatan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat. Proyek pengadaan profil tanki air sangat membantu kebutuhan warga.

Tertangkapnya kebutuhan ini cukup penting untuk optimalisasi pemanfaatan Dana Desa. Hal ini dapat menjadi pelajaran untuk desa-desa lainnya tentang bagaimana melihat kebutuhan dasar yang perlu disegerakan untuk ditingkatkan.

%d blogger menyukai ini: